Litelnoni Bangga, Kaum Bapak Lebih Banyak dari Perempuan Saat Perhadapan Pantia Konas

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Dalam sejarah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) baru pertama kali kaum bapak lebih banyak jumlahnya dari perempuan, ibu ibu dalam mengikuti kebaktian.

Ungkapan tersebut disampaikan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Ebenhaezar Oeba, Pdt. Robert Litelnoni, STh pada saat menyampaikan ucapan selamat datang sebagai tuan dan nyonya rumah tempat pelaksanaan Kebaktian Perayaan Pentakosta dan Perhadapan Panitia Konas Forum Komunikasi (FK) Pria (P)-Kaum Bapak (KB) Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) di Jemaat GMIT Ebenhaezar Oeba, Minggu (5/6) 2022.

Mantan Ketua Majelis Sinode  (MS) GMIT ini menyampaikan kebanggaannya sebagai tuan dan nyonya rumah meski di dalam gereja ada persoalan internal pembangunan fisik yang belum rampung pasca Badai Siklon Seroja 2021 lalu.

Kebanggan karena dalam sejarah GMIT baru pertama kali, jumlah bapak bapak lebih banyak dari jumlah mama mama dan perempuan. “Saat menyannyi biasa suara perempuan lebih menonjol tetapi tadi saya mendengarkan suara laki laki lebih menonjol,” ungkapnya.

Kebanggan berikut katanya karena Perhadapan Panitia Konas bersamaan dengan Perayaan Hari Pentakosta, dimana semangat  Pentakosta membakar Kaum Bapak untuk terus bergerak melayani.

“Perekat”

Dr. Roddialek Pollo, Ketua Umum, Pengurus Kaum Bapak Sinode GMIT dalam sambutannya menyampaikan Konas juga menjadi ajang perekat untuk terus mempromosikan perbedaan dan keberagaman dengan umat beragama lainnya.

Ditunjukannya perempuan dalam hal ini Emelia Nomleni sebagai Ketua Umum Panitia selain memberikan penghormatan Emelia sebagai perempuan hebat di NTT juga Emelia dan beberapa teman termasuk yang paling rajin menghadiri acara kaum bapak.

“Banyak orang bertanya kepada saya, apa ada unsur politiknya. Saya jawab kalau ada kenapa, sebab setiap orang bebas menafsirkan,” katanya sembari menegaskan Konas ini tidak bermaksud merencanakan yang jahat bagi NTT.

“Dinamika Kaum Bapak Luar Biasa”

Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon menyampaikan rasa kagumnya atas dinamika kaum bapak luar biasa dengan terbosan terbosannya gerakan kaum bapak masuk gereja. Tentu semua itu membutuhkan evaluasi. Tuhan memimpin supaya semua satu hati bekerja mensukseskan konas.

“Kita ingat pentakosta ada angin, api dan bahasa. Angin memberi kesejukan kepada panitia dan kaum bapak  untuk menjadi berkat. Ada bahasa ada perbedaan pendapat tetapi semua dalam kasih. Dan ada api yang memberi semangat,” ujarnya.

“Perempuan pewaris Kerajaan Allah”

Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom dalam Suara Gembalanya mengatakan gereja gereja di Indonesia harus bercermin dari Panitia Konas ini yang memberikan kesempatan kepada perempuan sebagai ketua panitia dimna perempuan adalah pewaris Kerajaan Allah.

Dikemukakan dalam konteks ke Indonesiaan dan gereja banyak perempuan yang dimarginalkan karena mereka adalah perempuan.

Ia meminta agar  Panitia Konas melibatkan gereja gereja yang berada di  luar GMIT , sehingga GMIT terus terlibat dalam gerakan gerakan inklusif  ekumene.

“Untuk anak anak dan keluarga”

Ketua Umum Forum Komunikasi Pria-Kaum Bapak (FK P-KB) PGI, Olly Dondokambey, yang juga Gubernur Sulawesi Utara mengajak kaum bapak untuk mematikan handphone (HP) sejak pukul 18.00-21.00 untuk memberikan waktu pada keluarga, anak anak. “Pakai waktu itu untuk berkomunikasi dengan anak anak dan keluarga,” ujarnya.

Perhadapan Panitia  Konas ini diawali kebaktian dengan liturgos Pdt. Peter Tameno, MTh dan Pengkhotbah Pdt. Dr. Gomar Gultom, Ketua Umum PGI.

Kebaktian dimulai pukul 09.30 hingga acara selesai pukul 13.00 Wita.

GMIT ditetapkan sebagai tuan dan nyonya rumah pelaksanaan Konas FK P-KB XV karena itu dibentuk Panitia oleh Pengurus Kaum Bapak Sinode GMIT yang diketuai Dr. Roddialek Pollo. Total jumlah Panitia yang diketuai Ir. Emelia Nomleni, Penatua  Jemaat GMIT Ebenhaezar Oeba ini 340 orang. (non)

Warga jemaat berharap Konas ini sukses dan memberi dampak positif bagi kaum bapak yang ada di GMIT. Paling tidak keaktifan kaum bapak  tidak memberi beban ganda dalam kerja kerja domestik karena keseringan membuat kegiatan di luar rumah dan memberi beban kepada mama mama untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan domestik.(non)

Komentar Anda?

Related posts