Kopdit Swastisari Tengah Menggelar Pra RAT

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com—Mulai 26 Januari 2019 lalu, Koperasi Kredit (Kopdit) Swastisari tengah menggelar Pra Rapat Anggota Tahunan (RAT), bagi kantor-kantor cabang yang assetnya dibawah Rp 10 Miliar.

“Pra RAT sedang berlangsung, gelombang pertama mulai 26 -27 Januari 2019 di Cabang Pulau Semau, SoE, Rote Ndao, Malaka dan Cabang Atambua. Gelombang kedua digelar pada tanggal 2-3 Februari 2019 di Cabang Denpasar, Waingapu, SBD, Larantuka dan Cabang Lembata,” jelas General Manager Kopdit Swastisari, Yohanes Sason Helan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/1/2019).

Dikatakan Yohanes, kantor-kantor cabang tersebut baru ekspansi selama 1-2 tahun lalu.

Untuk penyelenggaraan RAT, lanjut Yohanes, pada tanggal 24 Februari 2019 untuk gelombang pertama diselenggarakan di Kota Kupang.

Gelombang kedua tanggal 3 Maret 2019 secara serentak di Cabang Oesao Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Gelombang ketiga pada 10 Maret 2019 juga di Kota Kupang dan Cabang Kefamenanu Kabupaten TTU. Dan Gelombang empat tanggal 17 Maret 2019 di Adonara Timur dan Adonara Barat.

“Anggota di Kota Kupang yang terbanyak, jadi kita gelar dalam tiga gelombang, masing-masing di , Melinimum Ballroom, Hotel Cahaya Bapa dan Swissbelinn Kristal Hotel. Setiap acara RAT dihadiri 3.000 Anggota,” ujar Yohanes.

Sedangkan penyelenggaraan RAT Pusat, tandasnya, baru diselenggarakan pada 31 Maret 2019 di Swissbelinn Kristal Hotel, dihadiri utusan dari koordinator dan Cabang-cabang. Biasanya kalau coordinator baru mengirim utusan berkisar 2-3 orang, untuk mewakili usul saran, yang akan menjadi keputusan RAT Pusat, mereka yang update notulennya, dengan jumlah peserta sekitar 400-an orang.

“Anggota Kopdit Swastisari sudah mencapai 60 ribu lebih, dengan asset mencapai Rp 600 Miliar, yang merupakan kumpulan uang yang memang benar-benar dari orang-orang kecil yang ekonominya pas-pas tapi bisa saling membantu,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Yohanes juga mengakui, setiap anggota diikutsertakan dalam pendidikan dan latihan (Diklat) untuk memberikan pemahaman tentang lembaga Kopdit Swastisari tersebut.

“Kita ikutkan mereka dalam Diklat, mulai sosialisasi, pendidikan dasar, motivasi dasar sampai kepada pendidikan kewirausahaan, sehingga mereka tahu isi perut lembaga ini, manfaatnya, hak dan kewajibannya,” tegas Yohanes.

Saat ini Kopdit Swastisari sudah menginjak usia 31 tahun, jelas Yohanes, publi suidah tahu keberadaan dan eksistensi Kopdit Swastisari. Begitu juga pengurus didalamnya, dari perjalanan lika liku pasti sudah tahu mana yang salah dan harus diluruskan untuk perjalanan kedepannya.

“Saya selalu mengingatkan karyawan, dasar kita sudah benar, baik dan kuat tinggal memolesnya dengan kerja yang jujur, iklas, tidak boleh blok-blok, tidak boleh RAS, hanya mengusung satu saja, yakni brand Kopdit Swastisari,” papar Yohanes.

Menurutnya, dengan menjual brand maka harus bisa memoles produk-produk yang ditawarkan, apakah produk ini bersaing atau tidak dengan lembaga atau koperasi lain, maka harus buat produk yang lain yang bisa menjamin untuk jangka panjang.

“Disamping itu, nilai pelayanan harus diutamakan, jika sepakat mulai beroperasi pukul 08.00 Wita, maka tepat pukul tersebut harus sudah mulai dibuka pelayanan. Begitu juga dengan pakaian seragam, harus mereka kenakan,” pungkasnya. (ira)

Komentar Anda?

Related posts