Konsisten Cegah Stunting di NTT, Danone Indonesia luncurkan Gasing Nekmese Fase 3

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com -Masih dalam semangat Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2022 lalu yang mengusung tema Our Planet, Our Health, Danone Indonesia kembali meluncurkan Gasing Nekmese (Generasi Bebas Stunting melalui Nutrisi Edukasi Keluarga Menuju Sehat) yang kini memasuki tahap ketiga. Peluncuran dilakukan oleh Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe SH. M.TH didampingi Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia. Kegiatan ini dilakukan secara hybrid melalui platform zoom dan langsung dari Aula Kantor Bupati Kupang.

Program Gasing Nekmese yang dimulai sejak tahun 2020 in ibertujuan untuk pencegahan stunting di Nusa Tenggara Timur dengan menargetkan pada peningkatan kesehatan dan kapasitas masyarakat dengan pendekatan edukasi nutrisi dan Perilaku HidupBersih dan Sehat (PHBS).

Nusa Tenggara Timur(NTT) merupakan salah satuprovinsi dengan prevalensi angka stunting tertinggi di Indonesia, kondisi tersebut nampak di KabupatenKupang, TTS dan TTU. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi stunting pada anak, diantaranya kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta akses pada makanan bernutrisi seimbang dan pola asuh yang kurang memadai, terbatasnya akses air bersih dan kondisi sanitasi serta penerapan PHBS (Pola HidupBersih dan Sehat). Disampingitu, penerapan pola asuh yang benar dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas belum optimal.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe SH. M.TH menyampaikan apresiasi kepada Danone Indonesia sebagai pihak swasta yang aktif berkontribusi pada penanganan dan pencegahan stunting. “Perlu peran serta semua pihak untuk memutus rantai siklus stunting ini. Danone Indonesia telah menunjukkan komitmennya dengan Program Gasing Nekmese yang sudah masuk pada fase ketiga ini. Kolaborasi dengan pendekatan pentahelix menjadi dasar untuk inisiatif ini”, ungkap Jerry.

“Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memutus mata rantai melalui edukasi calon ibu dan remaja, serta menghindari pernikahan usia anak. Karena ibu hamil dibawah umur (ibu belum siap) berisiko melahirkan anak yang lahir cenderung stunting”, tambahnya.

Program Gasing Nekmese telah memasuki fase ketiga, tahun ini sebanyak 6 Desa menjadi sasaran kegiatanya itu Desa Lifuleo, Desa Tesabela, Desa Sumlili, Desa Manulai 1, Desa Bolok, Desa Kuanheum di Kecamatan Kupang Barat. Melengkapi 8 desa pada 2 fase sebelumnya. Tercatat sebanyak 3.737  jiwa penerima manfaat, terkelolanya 149 Kebun Gizi dan terbangun 41 kolam ikan.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia menyampaikan bahwa kesempatan ini menjadi rangkaian dari Hari Kesehatan Sedunia 7 April 2022 lalu. “Kami mengukuhkan komitmen dalam upaya kolektif pencegahan stunting. Hal ini sesuai dengan visi kami One Planet One Health dimana bumi dan manusia memiliki keterkaitan erat. kami ingin membawa kesehatan melalui makanan dan minuman kesebanyak mungkin orang di seluruh dunia, untuk itu kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola makan yang lebih baik guna menghindari kondisi stunting”, jelas Karyanto.

Danone Indonesia berdampingandenganYayasan JaringanPeduli Masyarakat (JPM) sebagai mitra untuk menyikapi kondisi tingginya prevalensi angka stunting di Kabupaten Kupang. Fase pertama pada 2020 telah direplikasi di 8 desa di KabupatenKupang yaitu Desa Oelbiteno, Desa Nunsaen, Desa Passi, Desa Nonbaun di Kecamatan Fatuleu Tengah; Desa Oesusu dan DesaFatukona di Kecamatan Takari; Desa Tolnako dan Desa Camplong 2 di Kecamatan Fatuleu.

Fase ketiga ini nantinya tidak hanya melibatkan PemerintahDesa, Puskesmas, Kecamatan, Dinas Kesehatan dan OPD terkait, tetapi juga mulai menggandeng akademisi, dalam hal ini Universitas Nusa CendanaKupang.

DekanFakultasKedokteran dan KedokteranHewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M. Gizi menyampaikan bahwa Tri Dharma Perguruan tinggi akan diwujudkan dalam kolaborasi pada Fase 3 Gasing Nekmese. “Kami akan mengambil perandengan mendukung dari sisi akademis di desa-desa dampingan program, hal itu akan menjadi wujud pengabdian masyarakat dari kami”, kata Christina.

“Mahasiswa kami juga bisa berkesempatan langsung untuk turun langsung kelapangan mempraktekkan ilmunya, sekaligus aktif turut serta dalam pencegahan stunting di NTT”, tambahnya.

Pada dua fase sebelumnya yaitu periode 2020-2021, Gasing Nekmese telah melakukan pelatihan dan pengembangan kebun gizi dan kolam ikan lele.Budidaya Lele menjadi menarik karena dalam prosesnya kegiatan ini menjadi aktifitas yang bisa menyatukan masyarakat dan bersifat rekreatif. Lele sendiri menjadi alternatif penyedia protein yang bisa di konsumsi untuk melengkapi nutrisi keluarga. Program ini telah membagikan 3.975 bibit lele yang dikembangkan oleh masyarakat pada 42 kolam lele yang tersebar di 8 Desa. (*)

Komentar Anda?

Related posts