Kembali Pimpin Golkar Sikka, Rafael Raga Inginkan Rekonsiliasi Penuh di Internal Partai

  • Whatsapp
Share Button

Maumere, seputar-ntt.com – Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Golkar Kabupaten Sikka akhirnya menghasilkan salah satu keputusan yakni terpilih kembalinya Rafael Raga sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Sikka masa bakti 2016-2020. Dengan hasil ini maka Rafael sudah memimpin Partai berlambang pohon beringin ini selama dua periode.

Rafael dipilih kembali setelah melalui proses pemilihan pemungutan suara secara demokratis yang diikuti oleh 24 pemilik hak suara. Dalam proses pemilihan, Selasa (24/1/2017) sore di Aula Hotel Benggoan 3 Maumere, Rafael mendapat 16 suara sedangkan calon ketua lainnya, Gorgonius Bapa mendapat 8 suara.

Usai terpilih, Rafael menyampaikan terima kasih kepada semua kader partai Golkar yang kembali mempercayakan dirinya untuk memimpin Golkar di kabupaten Sikka. Rafael juga mengharapkan dukungan penuh dari semua kader sehingga roda partai dapat berjalan dengan baik di waktu mendatang.

Selain itu Rafael juga menegaskan bahwa dirinya memiliki keinginan besar agar partai Golkar kembali menunjukkan soliditasnya terutama dalam pagelaran pilkada yang sebentar lagi akan dihelat di Kabupaten Sikka. Karena itu, menurutnya hal yang mesti dilakukan adalah rekonsiliasi penuh di internal partai Golkar sendiri.

“Saya inginkan adanya rekonsiliasi penuh di internal partai karena itu dalam waktu dekat saya akan melakukan upaya rekonsiliasi itu dengan kader-kader yang selama ini sempat berbeda pendapat,” tegas Ketua DPRD Sikka dua periode ini.

Bukan hanya itu saja, tambah Rafael, upaya rekonsiliasi juga akan diupayakan dengan kader-kader atau sesepuh partai Golkar yang dahulu sempat diberhentikan atau dipecat dari partai Golkar.

“Dengan adanya rekonsiliasi penuh ini maka soliditas dan solidaritas dalam tubuh Golkar semakin kuat sehingga partai Golkar dapat kembali berjaya di Kabupaten Sikka.” tandas Rafael.

Sebelumnya pada acara pembukaan Musda, Rafael mengharapkan agar semua kader partai Golkar bisa menanamkan rasa soliditas dan solidaritas sehingga dapat memenangkan pilkada Sikka dan pemilihan Gubernur NTT 2018 mendatang. Karena itu,Rafael menandaskan panca sukses yang harus menjadi pegangan setiap kader Golkar Kabupaten Sikka.

Sukses yang pertama menurut Rafael adalah sukses untuk membangun konsolidasi dan pengembangan partai sehingga nama besar Golkar tidak hilang di masyarakat lantaran dua tahun belakangan ini, Golkar Sikka terkesan vakum. Kedua, Golkar juga mendorong langkah kaderisasi sehingga menghasilkan kader-kader yang solid dan solidaritas.

“Kader kita harus solid dan memiliki jiwa solidaritas. Jangan hanya mau gabung dengan Golkar hanya untuk mau dapat kursi, kalau tidak dapat kursi mulai menghilang. Kader Golkar jangan seperti kutu loncat,” kata Rafael.

Sukses yang ketiga, kata Rafael adalah sukses pengembangan demokrasi dan pembangunan masyarakat. kemudian sukses yang keempat adalah mendukung pemerintahan.

“Kita mesti mendukung semua program pemerintahan namun dengan sikap yang kritis, obyektif dan proporsional. Kalau pemerintah salah kita bisa kritisi namun secara obyektif dan sesuai dengan proporsi yang ada,” sambung Rafael.

Sementara itu, sukses kelima yang diutarakan Rafael adalah sukses dalam pemilu. Menurut insinyur pertanian ini, pemilu yang akan dihadapi di tahun 2018 harus menjadi agenda utama setiap kader partai Golkar sehingga  partai Golkar bisa memenangkan pemilu tersebut.

Partai Golkar, lanjut Rafael, harus berkonsolidasi sehingga dapat berjaya pada pemilu 2018. Karena itu setiap kader dan barisan sayap partai dapat bersatu hati dan sepikiran untuk mewujudkan niat tersebut.

“Pilkada Sikka adalah moment penting, karena itu saya minta kita semua satu hati dan satu pikiran untuk memenangkan pilkada Sikka. Kemudian kita juga harus mengamankan kader kita, pak Medah yang akan maju di pilgub 2018 mendatang,” ujar Rafael.

Rafael menambahkan bahwa Musda IX ini merupakan waktu yang tampan untuk menentukan pemimpin partai Golkar di Sikka sehingga dapat mewujudkan cita-cita bersama tersebut. Menurutnya yang memimpin partai Golkar adalah sosok atau figur yang memiliki dedikasi, loyalitas, prestasi dan tentunya tak tercela.

“Pilih pemimpin jangan atas dasar suka atau tidak suka tetapi harus obyektif. Langkah ini menentukan gerak partai kita ke depan. Kalau sekarang Golkar sudah 5 kursi di Dewan tahun mendatang kita usahakan supaya bisa 9 kursi. Ini amanat lokakarya pemenangan pemilu di Makasar beberapa waktu lalu. Karena itu pilih pemimpin yang bisa buat ini,” papar Rafael.

Pantauan wartawan, Musda ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Golkar Propinsi NTT, Drs.Ibrahim Agustinus Medah didampingi oleh Sekretaris Golkar Propinsi NTT, Thomas Tiba, Ketua DPRD Propinsi NTT, Anwar Puan Geno dan dihadiri oleh ratusan kader partai Golkar Kabupaten Sikka.

Usai membuka kegiatan ini, rombongan DPD Golkar Propinsi NTT bergerak menuju Kabupaten Ende dan akan menuju ke Kabupaten Nagekeo untuk menghadiri Musda di dua Kabupaten tersebut. (chs)

 

 

 

Komentar Anda?

Related posts