Kapal Nelayan Hancur di Pantai Selatan Sikka, Ini Tanggapan Kadis DKP

  • Whatsapp

Maumere,seputar-ntt.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka, Heribertus Krispinus mengaku tidak tahu-menahu soal keberadaan kapal nelayan bantuan DKP Propinsi NTT yang hancur dihantam gelombang pantai selatan, Kecamatan Mapitara, Minggu (1/1/2017) malam.

Menurut Kadis Heribertus, kapal yang hancur diterjang gelombang merupakan bantuan langsung dari DKP Propinsi NTT dan bukan merupakan kewenangan DKP Kabupaten Sikka.

“Saya tahu setelah ada pemberitaan di media, namun selama ini DKP Propinsi tidak pernah berkoordinasi dengan kami di Kabupaten jadi kami tidak bisa pantau kapal yang diperuntukan bagi nelayan di sana,” ujar Kadis Heribertus.

Lebih lanjut, Kadis Heribertus mengungkapkan kapal bantuan tersebut merupakan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Propinsi NTT sehingga langsung diurus oleh DKP Propinsi.

Kadis Heribertus menambahkan, kemungkinan kapal yang hancur diterjang gelombang karena kelompok nelayan yang menerima bantuan belum disurvey secara detail oleh DKP Propinsi terutama soal kebutuhan dan kompetensi nelayan sehingga nelayan penerima bantuan gagap dengan bantuan kapal tersebut.

“Kalau kami di sini selalu buat survey sebelum beri bantuan untuk nelayan. Kami cari tahu kebutuhan kapal dan sosialisasi soal cara menggunakan kapal sehingga nelayan bisa tahu pakai. Kalau kebutuhan mereka hanya ketinting kenapa harus diberi kapal yang kapasitasnya besar. Akibatnya kita sudah bisa lihat kan,” papar Kadis Heribertus.

Kadis Heribertus mengharapkan adanya koordinasi antara DKP Propinsi dan DKP Kabupaten sehingga bantuan yang diberikan tepat sasar.

“Kami yang tahu nelayan kami di sini, jadi saya minta agar DKP Propinsi bisa koordinasi dengan kami di sini. Kami tidak akan minta apa-apa tapai kami hanya mau bantu supaya bantuan itu bisa dirasakan oleh nelayan. Lihat saja bantuan yang kami beri ke nelayan di sana, hingga saat ini kapal-kapalnya masih awet,” tegas Kadis Heribertus.

Kadis Heribertus menegaskan pihaknya akan melakukan pemeriksaan di kelompok nelayan yang kapalnya hancur diterjang gelombangsehingga dapat mengetahui secara pasti penyebabnya yang pasti.

Untuk diketahui, kapal bantuan DKP Propinsi tersebut diberikan untuk dua kelompok nelayan yakni kelompok Sinar Putra Regat dan kelompok Baru Muncul. Masing-masing kapal berkekuatan 3 GT yang dilengkapi dengan perlengkapan melaut.

Kapal yang diberi nama Gemala NTT ini diserahkan pada tanggal 19 Desember 2016 dan hancur diterjang gelombang pada tanggal 1 Januari 2017.

Menurut pengakuan ketua kelompok nelayan Sinar Putra Regat, Disman Wilibordus, kapal tersebut belum digunakan karena belum ada acara pendinginan.

Sementara itu, salah satu staf Kantor Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara yang sempat ditemui wartawan mengatakan beberapa hari yang lalu perwakilan dari DKP Propinsi telah mendatangi Kantor Desa untuk meminta penjelasan mengenai kerusakan kapal yang dialami oleh para nelayan penerima bantuan. Namun menurutnya, mereka langsung kembali ke Kota Maumere karena kantor desa sedang tutup.

“Hari Kamis, 23/2/2017 itu mereka dari propinsi ada datang ke kantor desa tapi karena kantor desa tutup, mereka langsung pulang dan pesan supaya nelayan yang kapalnya hancur bisa datangi mereka di Hotel Pelita kamar nomor 603,” sambungnya.(chs)

 

Komentar Anda?

Related posts