Jumad Curhat, Kapolsek Ingatkan Tiga Hal Penting ke Masyarakat Abal

  • Whatsapp

Kalabahi seputar-ntt.com – Jumat Curhat merupakan salah satu program kepolisian dalam memberikan himbauan, edukasi kepada masyarakat terkait berbagai permasalahan sehingga bisa dilakukan pencegahan secara dini, serta untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan bersama.

Kegiatan ini secara rutin terus dilaksanakan Polsek Alor Barat Laut (Abal) dibawah pimpinan AKP Rasyid Blegur selaku Kapolsek.

Terbaru, Jumad Curhat ini dilaksanakan di Desa Alila Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor, 15/9/2023 pagi.

Dikesempatan ini, Kapolsek Abal mengingatkan tiga hal penting kepada seluruh warga masyarakat khususnya warga Desa Alila.

“Pertama menyangkut Tindak Pindana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam Pasal 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 menjelaskan, perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi,” terang Rasyid.

Menurutnya, yang dimaksud sebagai korban TPPO adalah seseorang yang mengalami penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi, dan/atau sosial, yang diakibatkan dari tindak pidana perdagangan orang.

“Untuk mencegahnya perlu peran serta kita bersama untuk memberikan himbauan, sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sekitar baik keluarga, saudara dan anak-anak, untuk mengantisipasi pergerakan pelaku yang berupaya merekrut para pekerja dengan berbagai modus operandi,” ungkap Kapolsek.

Sementara hal-hal yang perlu diantisipasi, kata Blegur, warga masyarakat diminta untuk tidak mudah termakan bujuk rayu pelaku untuk menjadi TKI secara ilegal, dengan iming-iming janji manis yang dapat berujung bencana.

“Awasi keluarga kita karena TPPO melibatkan eksploitasi perempuan dan anak-anak dengan menggunakan kekerasan, penipuan, atau paksaan dengan iming-iming yang mengiurkan. Ingat bahwa kasus ini merupakan bentuk modern dari perbudakan manusia dan juga sebagai perbuatan terburuk pelanggaran harkat dan martabat manusia,” tegasnya.

Poin penting kedua, lanjut Kapolsek yakni maraknya kasus pembakaran hutan dan lahan sehingga dirinya menghimbau agar masyarakat tidak membakar lahan sembarangan, yang berujung pada kebakaran secara meluas, dan dampak buruk bagi manusia dan kelestarian alam.

“Mari mengelola lahan dan hutan dengan cara yang ramah lingkungan dengan tidak membakarnya secara sembarang demi mencegah terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Jangan membuang puntung rokok sembarangan sebab itu merupakan titik api pertama yang bisa berakibat pada meluasnya kebakaran itu sendiri. Upayakan persediaan cadangan air bersih di setiap rumah karena selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga bisa untuk memadamkan api apabila terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kurangi aktifitas pada siang hari jika tidak ada keperluan agar tidak menimbulkan beberapa efek yang buruk terhadap lingkungan hutan dan lahan pada waktu musim kemarau,” harap Rasyid.

Dikatakannya, jika ditemukan pelaku pembakaran hutan maka dapat dikenai pidana karena melanggar UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan Pasal 78 Ayat (3 ) UU RI 1999 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (Lima Belas Tahun) dan denda maksimal 5.000.000.000 (Lima milyar rupiah).

Hal ketiga menurut Kapolsek Abal adalah situasi Kamtibmas yang perlu dan terus dijaga dalam memasuki tahun politik dan menjelang pemilu 2024.

“Untuk itu mari kita jaga situasi kamtibmas di wilayah masing-masing, karena kemananan dan ketertiban yang kondusif  tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI/POLRI tetapi juga menjadi tanggung jawab semua unsur masyarakat,” himbau Blegur.

Pria asal Baranusa ini juga memohon kepada seluruh komponen masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh, terprovokasi dengan isu, berita hoax yang marak berkembang saat ini.

 

Sementara disesi curhat masyarakat, Ahmad Djuma selaku Ketua LPM Desa Alila menanyakan bagaimana masyarakat bersikap jika menemukan langsung adanya oknum yang diduga pelaku tindak Pidana Perdagangan Orang.

 

Senada juga disampaikan Dahlia Maro yang meminta penjelasan Kapolsek mengenai ciri-ciri, motif dari modus pelaku TPPO agar bisa diantisipasi.

 

Kapolsek Abal dalam menanggapi pertanyaan ini mengatakan, jika dalam kesehariannya masyarakat mencurigai atau mendapat sesuatu informasi yang mengarah pada TPPO (Human Trafficking), agar segera menghubungi pihak Kepolisian terdekat, atau dapat menghubungi nomor kontak pengaduan Nomor Hand Phone 085-158-906-353 (Kasat Reskrim Polres Alor), 0812-4619-2329 (Kasat Intel Polres Alor) agar pihak kepolisian dapat mengambil langkah-langkah cepat di lapangan.

 

“Untuk motif, modus perekrutan TPPO sendiri yakni pelaku melakukan perekrutan tanpa adanya dokumen penunjang serta ijin dari instansi tertentu dalam hal ini  (Nakertrans), perekrutan dilakukan kepada anak di bawah umur (kurang dari 18 Tahun) dengan memalsukan dokumen korban, perekrutan dilakukan tanpa adanya izin dari suami/istri bagi yang sudah berumah tangga, tidak adanya pusat pelatihan untuk mendapatkan sertifikat layak bekerja sebelum di berangkatkan ke tempat atau negara tujuan yang dituju, diberangkatkan hanya menggunakan pasport dengan visa kunjungan, serta ditempatkan di tempat perorangan (bukan perusahaan) tanpa adanya izin dari Menteri Tenaga Kerja,” beber AKP Rasyid Blegur. (Pepenk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Related posts