Jonas Salean Serahkan Dana Operasional RT dan RW di GOR Oepoi

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Walikota Kupang, Jonas Salean menyerahkan dana operasional bagi para RT dan RW se-Kota Kupang di GOR Oepoi Kupang, Jumat, (15/4/2016). Pembagian dana operasional secara simbolis dilakukan Walikota Kupang, Jonas Salean diampingi Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Marthinus Medah.

Dalam sambutannya Walikota Kupang, Jonas Salean meminta para Ketua RW dan RT dapat mempergunakan dana operasional sebaik-baiknya. Dia juga mengatakan, Pemerintah Kota Kupang siap melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana operasional bagi Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kota Kupang agar dana tersebut benar-benar dipakai sesuai peruntukannya. Selain itu, Pemkot akan merubah dana operasional menjadi insentif bagi RT dan RW jika regulasi keuangan memungkinkan.

“Jangan pakai dana opersional ini untuk mabuk. Pakai dana ini sebaik-baiknya, seperti saat Jumat bersih. Karena setiap sen uang negara harus dipertanggungjawabkan walaupun jumlahnya kecil,” kata Jonas.

Kedepan, kata Jonas, Pemkot akan melakukan evaluasi sehingga jika regulasinya memungkinkan dana tersebut bukan lagi dana opersional tapi dana insentif.

“Kita nanti pelajari aturan keuangannya, jika memungkinkan kita rubah jadi insentif,” kata Jonas lagi disambut tepuk tangan para Ketua RW/RT yang hadir pada acara yang diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK) Kupang.

Jonas mengaku, Pemerintah berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara perlahan. Termasuk infrastruktur di ibu kota Provinsi NTT ini.

“Dengan segala keterbatasan kita akan penuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap. Memang ada masyarakat yang inginkan agar segala kebutuhannya terpenuhi secara langsung tapi anggaran kita terbatas sehingga kita tidak bisa simsalabim jalan langsung hotmix,” tambah Jonas lagi.

Jonas menambahkan, sejauh ini berbagai program yang diluncurkan dinilai telah berpihak ke masyarakat seperti pemberian Raskin gratis, pemberian bantuan dana pendidikan bagi 1500 mahasiswa dari keluarga tidak mampu dan bantuan lainnya.

Sedangkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK) Kupang, Felixberto Amaral dalam laporannya menjelaskan, total dana yang dikucurkan bagi lembaga masyarakat, Posyandu Balita, Posyandu Lansia dan Dasawisma Rp9.399.500.000.

Dana sebesar itu, kata Amaral, diperuntukkan bagi dana operasional 1.316 RT sebesar Rp.4.606.000 dan dana operasional Ketua RW sebesar Rp1.378.000.000 untuk 424 RW yang tersebar di 6 Kecamatan yang ada di Kota Kupang,-

“Setiap RT akan menerima dana operasional sebesar Rp3.500.000. Sedangkan tiap Ketua RW akan mendapat dana operasional Rp3.250.000,” kata Amaral.

Selain dana operasional RW dan RT, sebanyak 51 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) juga keciprat dana operasional ini, dimana masing-masing LPM akan mendapat dana sebesar Rp5.500.000 sehingga total dana bagi 51 LPM sebesar Rp280.500.000,-

Kemudian dana operasional bagi 51 kelurahan siaga, jelas Amaral lebih jauh, sebesar Rp255 juta, dimana masing-masing kelurahan siaga mendapat Rp5 juta. Lalu 310 Posyandu Balita mendapat kucuran dana operasional sebesar Rp1.705.000.000,- dengan rincian setiap Posyandu Balita mendapatkan Rp5.500.000,-

Selain itu, untuk 140 Posyandu Lansia mendapat bantuan dana operasional Rp490 juta dimana setiap Posyandu Lansia mendapatkan bantuan Rp3.500.000,- Sementara bantuan dana operasional bagi kelompok Dasawisma jumlahnya Rp688.500.000,-

Pemerintah Kota, tambah Amaral, juga memberikan bantuan peralatan dan perlengkapan kepada Posyandu berupa Wearless, Tempat Tidur dan Kartu Menuju Sehat (KMS).

“Bantuan Wearless sebanyak 211 buah, Tempat Tidur 20 set dan kartu menuju sehat sebanyak 11.900 lembar,” pungkas Amaral. (sho)

Komentar Anda?

Related posts