Harga “Nona Kupang” Naik, Kosumen Urut Dada

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Harga beras di beberapa pasar di Kota Kupang terus mengalami kenaikan. Harga beras cap Nona Kupang misalnya mengalami kenaikan hingga Rp.10.000 per karung ukuran 20 kilogram. Hal ini membuat para pedagang kecil atau papalele pusing tujuh keliling.

“Harga beras jenis premium cap Jeruk, Nona Kupang dan Lonceng naik antara Rp 5 ribu sampai Rp  10 ribu per karung ukuran 20 kg. Dua hari lalu, beras cap Jeruk dijual Rp 221,500 , Lonceng Rp 210.000 dan Nona Kupang Rp 211.000. Sedangkan untuk ukuran 40  kg dijual dengan Rp 414.500 – Rp 448.000 ,” kata Hasan salah satu penjual beras di Pasar Kasih Naikoten, Kamis (26/2/2015/.

Naiknya harga beras jenis premium tersebut, kata Hanas, tidak diikuti oleh beras medium atau beras Bulog. Beras Bulog saat ini dijual dengan harga pada kisaran Rp 10.000 – Rp 11.000 per kg.

Sekarang ini, sebutnya, masyarakat kebih banyak memilih membeli beras jenis medium karena harga masih terjangkau. Sedangkan beras jenis premium hanya diminati kalangan menengah ke atas.

Irawati, salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) kepada Seputar NTT mengaku pusing dengan kanikan harga beras saat ini. “Kita sudah biasa beli beras cap Nona Kupang, lalu dengan kenaikan harga yang cukup signifikan ini membuat kita pusing,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Desy Lao, warga Nunbaun Delha. Dia mengatakan, harga beras jenis premium ini disukai karena kualitasnya yang cukup baik. “mau makan kasong juga enak jadi kita selalu beli beras premium. Kita harap harga ini akan cepat stabli kembali,”harapnya.

Sementara untuk mengantisipasi harga beras yang terus mengalami kenaikan di pasaran, Bulog NTT melakukan operasi pasar di beberapa titik yang tersebar di Kabupaten/Kota. Operasi pasar ini diharapan bisa membantu masyarakat sehingga tidak resah melihat pekembangan harga beras di pasaran.

“Mulai hari ini, Bulog NTT menggelar perasi pasar khususnya beras untuk masyarakat. perasi pasar ini juga digelar secara serentak di Indeonesia,” kata Humas Bulog NTT, Marselina Radja Rihi kepada Seputar NTT, Rabu, (25/2/2015).

Bendelina menjelaskan, dalam operasi pasar ini Bulog menjual beras bagi masyarakat dengan harga Rp.7400 perkilogram. Harga ini disesuaikan dengan kemapuan masyarakat di NTT. Untuk itu dia menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan operasi pasar untuk mendapatkan beras.

“Harga ini kita tetapkan berdasarkan prakiraan daya beli masyarakat. Operasi pasar ini akan digelar sampai harga beras stabil,” katanya.

Untuk diketahui harga beras di Kota Kupang dalam seminggu terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pantauan di beberapa pasar tradisional, kenaikan harga beras bervariasi antara Rp 1000 – Rp 2000 per kilogram (kg).(joey)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60