GPS Sabu Raijua Bantu Yatim Piatu dan Para Janda

  • Whatsapp
Share Button

Seba, seputar-ntt.com – Generasi Peduli Sesama (GPS) adalah sebuah komunitas sosial yang dibentuk oleh para pemuda-pemudi di Kabupaten Sabu Raijua yang bertujuan untuk membantu anak yatim piatu dan para janda di wilayah tersebut. Sudah tida bulan terakhir GPS melakukan aksi sosialnya dengan memberi bantuan bagi anak yatim piatu dan par janda yang hidupnya berkekurangan.

Ketua GPS, Jefrison Haryanto kepada Seputar NTT mengatakan, pihaknya telah melakukan aksi di tiga desa masing-masing Desa Ledeke di Kecamatan Liae, Desa Raenyale di Kecamatan Sabu Barat dan Desa Wadumedi di Kecamatan Hawu Mehara. “Bulan November ini kita rencana akan membabtu saudara/i kita yang ada di Kecamatan Sabu Tengah,” ungkap Jefrison, Selasa (3/11/2015).

Dia menjelaskan GPS terbentuk dari rasa kepedulian terhadap sesama dengan cara membagi berkat dalam bentuk Sembako maupun bantuan lainnya. Aksi peduli ini dilakukan satu kali dalam sebulan bagi desa yang telah ditunjuk sebagai sasaran sesuai hasil evaluasi GPS.

“Jadi bantuan ini berasal dari iuran para anggota yaknis Rp.10.000 perorang setiap bulannya. Uang tersebut yang kami pakai untuk membeli berbagi keperluan saudara/i kita untuk kita bagikan,” paparnya.

Jefrison juga mengajak semua orang Sabu Raijua atau siapa saja yang peduli terhadap sesama baik yang ada di Sabu Raijua maupun diluar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dia berharap lewat aksi ini bisa mengurangi beban saudara/i yang hidup dalam keterbatasan.

“GPS ini tidak terbatas hanya di Sabu Raijua. Ini terbuka bagi siapa saja yang peduli. Untuk itu kami siapkan rekening dan pengelolaan keungannya dilakukan secara terbuka dan dipertanggungjawabkan setiap bulan. Bagi saudara/i yang terketuk hatrinya untuk ambil bagian bisa memberi sumbangan lewat rekening BRI atas nama Fransisca Brigita Goa dengan nomer rekening 4673-01-000588-50-8,” ungkap Jefrison.

Kepala Desa Raenyale, Yan Haba Radja yang dihubungi Seputar NTT mengaku senang dengan aksi sosial yang dilakukan oleh GPS bagi warganya. “Sebagai kepala Desa saya mengucapkan yerimakasih kepada adik-adik di GPS. Jangan melihat besar kecilnya sumbangan, tapi lihat niat tulus dan kepedulian yang besar terhadap sesama,” katanya.

Dia mengakui, bahwa zaman sekarang rasa peduli terhadap sesama sudah semakin rendah dan orang cenderung individualistik tanpa memikirkan orang yang hidupnya lebih susah. “Ini adalah gerakan yang positif untuk membangkitkan rasa peduli terhadap sesama. Jaman sekarang kita sulit melihat orang bisa berbagi,” pungkasnya.

Sementara Natali, salah satu warga penerima sumbangan peduli kasih dari GPS mengaku terharu karena masih ada orang yang memiliki kepedulian terhadap kaum yang berkekurangan. “Saya mewakili teman-teman mengucapkan terimakasih kepada GPS. Kiranya Tuhan akan selalu memberi lebih sehingga bisa membatu saudara/i yang lain,” ungkapnya terharu. (joey)

Komentar Anda?

Related posts