Gereja Horeb Perumnas Keluarkan Undangan Berbau Politik

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Surat undangan untuk kebaktian utama ke II di Jemaat Horeb Perumnas mendapat rekasi oleh para nitizen yang rata-rata anggota GMIT. Mereka menilai undangan untuk pengutusan Jonas Salean sarat dengan intrik politik. Padah gereja harus netral dan tidak memihak.

Dalam undangan tersebut di sebutkan, sehubungan dengan dilaksanakannya Pilkada Kota Kupang pada 15 Februari 2017, dimana penatua Jonas Salean, SH, MSi salah satu anggota presbiter Jemaat Horeb Perumnas, turut serta dalam perhelatan tersebut bersama bapak Nicolaus Fransiskus sebagai calon walikota dan walik walikota periode 2017-2022 (Paket Sahabat, maka kami mengundang bapak/ibu jemaat, tokoh masyarakat serta simpatisan untuk menghadiri kebaktian pengutusan yang akan dilaksanakan pada Minggu, 29 Januari 2017 Pukul 17:00 Wita (kebaktian utama II) di gedung Kebaktian GMIT Horeb Perumnas.

Surat undangan yang dikeluarkan tersebut bernomer 07/GMIT/V/F/2017 ditandatangani oleh Panitia Pelaksana kebaktian Pengutusan yang ditandatangani oleh ketua panitia, Penatua Titus Ratuarat, Sekretaris Anna H. Pellokila-Radja dan mengetahui Ketua Majelis Jemaat GMIT Horeb Perumnas, Pendeta Maria B. Therik – Tuulima, S.Si, M.Si.

“Mohon agar surat ini dibatalkan sebab gereja bukan basis politik pemerintah, walaupun ada jemaat yg ikut dalam proses politik bernegara. Pendekatan dengan cara ini akan memecah belah jemaat dan memberi kesan bahwa pendeta dan majelis bersekongkol politik dengan tokoh tertentu. Kiranya Ketua Sinode bisa mendisiplinkan pendeta-pendeta jemaat. Salam kasih Kristus,” tulis Sam Littik dalam akun Facebooknya.

Tanggapan Sam Littik ini menanggapi Status akun Facebook Dany Ratu yang berbunyi “Kebaktian Utama Minggu pake surat undangan. Yg diundang termasuk pendukung & simpatisan. Apakah ini berarti yg bukan pendukung & simpatisan tdk boleh ikut kebaktian utama Minggu? Atau sebaliknya para pendukung & simpatisan yg bukan jemaat Tuhan boleh ikut kebaktian utama Minggu? Ahh…. gerejaku.

“Kebaktian Peńgutusan sdh di laksanakan oleh Ketua SINODE GMIT di Gereja Maranatha Oebufu,” tulis akun Prabu Djayanegara.

Sementara akun Facebook Robert P Fanggidae menulis Doa untuk warga jemaat ataupun presbiter itu bagus tapi baiknya bukan dalam kebaktian utama krn jemaat yg datang untuk beribadah kpd TUHAN & bisa saja punya aspirasi lain. Jemaat yg belum ada pilihan juga akan merasa di giring ke pilihan tertentu. Dampaknya bisa memicu perpecahan dlm gereja.

“Waktu kebaktian NATAL & PASKAH….Gereja tidak pernah mengeluarkan undangan tertulis kk…mungkin ini lebih istimewa ko ..?” tulis akun Enos Neparasi. (*)

Komentar Anda?

Related posts