DPRD Manggarai Pertanyakan Pengembalian Deviden Tunai Penyertaan Modal

  • Whatsapp
Share Button

Ruteng, seputar.ntt.com – Anggota DPRD Manggarai, Ardi Suardi, SE, dari Fraksi Gerindra mempertanyakan apakah dijamin ada pengembalian modal selama penyertaan itu ke kas terutama PDAM, PT. MMI dan Bank NTT. Sementara, penyertaaan modal ke PDAM akan dikembalikan oleh Pempus manakala jaringan sudah terpasang 80% lebih di seluruh warga Kabupaten Manggarai.

Demikian dikatakan Suardi kepada media ini di Kantor DPRD Kabupaten Manggarai, Selasa (12/4/2016). Dia mengaku nyaris tidak ada pengembalian layaknya bisa ludes seperti PT. Komodo Jaya. “Selama ini hanya pengembalian deviden tunai bukan modal apalagi deviden saham”, kata Suardi.

Nah, bagaimana dengan Bank NTT dan PT. MMI. “Saya masih mempertanyakan itu karena terendus pengembalian deviden tunainya tidak ada lagipula deviden saham. Ini amat dipertanyakan. Mereka harus bisa mengembalikan karena akan berdampak pada kerugian keuangan negara”, sangsi Suhardi.

Sebelumnya diberitakan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Cabang Ruteng akan mendapat suntikan dari Pemkab Manggarai sebesar 30 miliar rupiah pada tahun 2016.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Vinsen Suru, di ruang kerjanya, Selasa (12/4/2016).

Menurut Suru, Ranperda itu sudah diputuskan dewan dan seluruh Ranperda diterima fraksi. Setelahnya, membuat asistensi ke Biro Hukum Pemprov NTT. “Penyertaan modal tersebut diberikan dalam jangka waktu tiga tahun, per tahun diberikan 10 miliar rupiah”, kata Suru.

Sementara, data penyertaan modal 2015 ke Bank NTT sebesar 4 miliar rupiah. Tujuannya untuk pembiyaan sektor riil  di mana masyarakat semakin mampu melakukan ekspansi khususnya bantu percepatan ekonomi di daerah.

Terkait asistensi Ranperda tersebut, Kabag Hukum Setda Manggarai, Maxi Bour, SH, akan berangkat, Rabu (13/4/2016) ke Biro Hukum Propinsi NTT. Ada beberapa SKPD yang ikut asistensi yakni Biro Hukum, BPMPD, Kehutanan, Ekonomi, Pol. PP, Bank NTT, PDAM, dan PT MMI. Perginya juga dengan badan legislasi DPRD Kabupaten Manggarai. Soal waktu, kata Bour, minta waktu asistensi selama 2 hari, 14-15/4/2016.

Badan legislasi DPRD Kabupaten Manggarai, Richard Madu, SE, mengatakan rencananya berangkat, Rabu (13/4/2016). Yang pergi, Flori Kampul, Todi Wajong, semuanya ada 9 orang dengan Ketuanya Flori Kampul. Agendanya asistensi Kamis-Jumat? Setelah asistensi, kata dia, kemudian ditetapkan jadi Perda. (MP)

Foto : Ardi Suardi

Komentar Anda?

Related posts