DPRD Manggarai Membisu Terkait Pemadaman Listrik

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Ruteng, seputar-ntt.com – DPRD Kabupaten Manggarai dinilai membisu terkait pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN. Pasalnya semua keluhan masyarakat yang disampaikan ke DPRD tidak ditanggapi dengan serius, padahal sudah banyak perabotan listrik milik masyarakat yang rusak.

“Kami lihat dewan seperti membisu. Kita sudah berulang kali menyampikan persoalan listrik ini tapi tidak direspon dengan memanggil pihak terkait,” kata warga Kampung Pitak kepada Seputar NTT, Rabu, (13/1/2016).

Sebagai representasi dari masyarakat, DPRD seyogyanya harus peka terhadap setiap persoalan yang dialami oleh rakyat yang diwakili. Bukan malah berdiam diri, bahkan bekerjasama dengan pihak lain sehingga masyarakat dirugikan.

“Pemadaman listrik ini menjadi persoalan saat ini, DPRD harus mendengarkan keluhan masyarakat, jangan pura-pura tuli dan buta terhadap penderitaan rakyat,”tegasnya.

Sementara kepala PLN Rayon Ruteng, Ruben Mira mengakui dirinya belum mendapatkan surat panggilan dari DPRD Manggarai. “Belum ada surat panggilan pak, seharusnya kan ada panggilan, Tanya jawab, bila kurang memuaskan baru diputuskan untuk diberitakan, jika kalau sudah diberitakan, apanya yang mau di konfirmasi, apa bisa membalikan keadaan?”kata Ruben saat dikonfirmasi melalui via sms.

Dia juga enggan menjelaskan persoalan apa yang terjadi sehingga pemadaman listrik di wilayah kabupaten Manggarai selalu terjadi. Dia juga mengaku siap bial DPRD memenggil pihaknya untuk menjelaskan tentang kondisi listrik di Manggarai.

Sebelumnya diberitakan, listrik yang selalu padam diwilayah Kabupaten Manggarai membuat DPRD setempat berang. Mereka menilai kinerja PLN tidak benar sehingga pimpinan harus dicopot dari jabatannya.

“Situasi pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap jam ini tidak bisa lagi ditolerir. Ini menunjukkan kinerjanya PLN tidak becus, sehingga kita minta pimpinannya harus dicopot,” kata Anggota DPRD Manggarai, Marsel Ahang kepada seputar-ntt.com, Selasa, (12/1/2016).

Dia menilai, selama PLN dibawah kendali Ruben Mira, pemadaman listrik selalu saja terjadi sehingga jika yang bersangkutan tidak mampu harus berani mengundurkan diri. Pemadaman listrik yang terjadi sangat mengganggu aktifitas pemerintahan maupun mengganggu perekonomian masyarakat setempat.

“Kami minta supaya ini menjadi perhatian PLN Wilayah NTT maupun PL Pusat. Masyarakat sudah banyak sekali yang datang mengeluh dan kami sudah berusaha menyampaikan ini ke PLN, tapi pemadaman tetap saja terjadi,” ungkapnya.

Akibat dari listrik yang selalu padam tiba-tiba, kata Marsel, banyak perabot milik masyarakat yang sudah rusak. Selain itu pihak PLN tidak pernah memberitahukan secara pasti jadwal pemadaman kepada masyarakat.

“Kami sangat kesal dengan model kerja PLN yang seperti ini. Kalau merasa tidak mampu maka harus mengundurkan diri. Jangan sampai masyarakat marah dan melakukan hal-hal yang tidak baik dan berdampak buruk,” tegasnya. (kons hona)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60