DPRD Kritisi Misi Pemkot yang Belum Capai Target

  • Whatsapp

Kupang, seputar-ntt.com – DPRD Kota Kupang mengkritisi beberapa misi Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang hingga akhir masa jabatan belum mencapai target yang diharapakan. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Gabungan Kebangkitan Indonesia, Daniel Hurek kepada wartawan usai sidang penyampaian laporan Pertanggungjawaban APBD tahun 2016 dan laporan lima tahun akhir masa jabatan oleh Pemerintah Kota Kupang pada sidang I DPRD Kota Kupang di ruang fraksi PKB Kantor DPRD, Senin (8/5/2017).

Menurut Hurek, yang masih tidak sesuai dengan target dan mencolok bagi dewan adalah misi partama yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat dan penunurunan angka kemiskinan hingga akhir masa jabatan dari target 4, 27 persen di tahun 2012 harus bisa turun menjadi 1, 86 persen ternyata pengguran bukan menurun malah bertambah.

“Pengguran di Kota Kupang terjadi peningkatan di tahun 2014 pada angka 6, 36 persen. Hal sesuai dugaan saya anggran yang dialokasikan untuk bidang ekonomi pada belanja langsung beberapa waktu tahun terakhir belum mencapai 4 persen, namun hanya berkisar 3,4 persen dari total belanja APBD pada bidang ekonomi,” lanjut Hurek.Pada hal misi Pemerintah Kota tahun 2013-2017 nomir satu adalah ekonomi.

Sementara pada bidang kesehatan yakni pada penanganan gizi buruk yang ditargetkan 0 persen atau lebih kecil dari 0 persen, namun ternyata mencapai 2,2 persen. Sehingga hal ini  dinilai adanya miss.Karena sesuai angka kasusnya ada 252 kasus gizi buruk, pada sesuai target pemerintah adalah 0 persen pada tahun 2016 sesuai RPMJ Kota Kupang.

“Sedangkan untuk target penyelenggaraan pemerintah melalui pelayanan publik  sesuai terget pemerintah untuk memcapai pengelolaan manajem keuangan adalah WTP, namun sampai saat ini masih ada pada WDP. Faktor ini dikarenakan dalam pengelolaan aset belum sesuai standar sehingga belum mencapai 100 persen, karena hasil pemeriksaan BPK aset yang belunm dijetahui kebanarannya ada Rp. 1 triuliun lebih.Untuk itu diharapkan pemerintahan yang baru nantinya dapat mencapai WTP dengan mampu mengelah aset secara baik nantinya,” jelas Hurek.

Terpisah Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, yang dimintai tanggapn soal hal ini mengatakan dengan masih ada kekurangan pemerintah sekarang dalam mencapai target.Maka tentunya ini menjadi tugas pemerintahan berikut untul dapat membenahinya.

” Memang belum tercapainya WTP ini, karena masih ada cukup aset yang dikwlah secara baik, seperti masih ada cukup banyak mobil dinas yang sudah lanjut usia yang sebenarnya  harus diputihkan atau sewa jual beli, karena dibiarkan begitu saja maka itu akan tercatat sehingga untuk mencapai WTP, ” kata Loudoe.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Related posts