Dolvianus Kolo, Si penjual ES Keliling Yang Kini Anggota DPRD NTT.

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Setiap prestasi besar membutuhkan kerelaan untuk memulai sesuatu yang kecil, kata-kata ini pantas untuk memulai kisah seorang Dolvianus Kolo, anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai PDIP, Dapil TTU, Belu. Pria kelahiran Desa Haumeni kecamatan Bikomi Utara Kefamenanu pada 21 Januari 1978 ini merintis kariernya dari bawah.

Dia mempunyai moto bahwa untuk mencapai puncak tidak harus melompat tapi melangkah dan mendaki. Terlahir sebagai anak desa, dia bertumbuh menjadi anak yang suka bergaul dengan siapapun. Karakternya seperti tak berubah sekalipun dia telah menjadi yang terhormat di lembaga DPRD NTT. Anak pertama dari almarhum Agustinus Anunu dan ibunda Lusia Abi ini telah bersahabat dengan penderitaan dan sulitnya menjadi masyarakat yang serba kekurangan.

Walau harus berpindah sekolah dasar dari SDK Dk Haumeni dan lulus dari SD SDK Peboko. Saat sekolah di Peboko inilah Dolfi kolo demikian dia biasa disapa ditempa dengan kerasnya hidup. Dia belajar bagiamana harus hidup berdisiplin dalam didikan sang kakak yang keras. Waktu bermain seperti anak SD lainnya tidak terlalu dinikmati oleh Dolfi Kolo. Dia harus menjadi penjaja es keliling milik orang dikampungnya hanya dengan satu tujuan supaya dia bisa menggenggam rupiah saat kanak-kanak.

Bagi Dolvi, apa yang harus dia lalui adalah salib yang harus dipikul sepanjang raga bersahabat dengan jiwa. Walau demikian dia terus menggapai cita lewat bangku pendidikan. Dia sadar benar bahwa hanya dengan ilmu semua nawa dan cita bisa direngkuh. Selepas dari sekolah dasar, Dofi kolo melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan meniti ilmu di SMP xaverius putra kefa menanu hingga tamat.

Saat di SMP, Dolfi tidak berpangku tangan, dia harus menjadi papalele dengan menjual ikan keliling milik orang demi mengais rejeki yang halal. Dari situ Dolfi kemudian melanjutkan pendidikannya di Seminari lalian Atambua namun saat kelas 3 Dolfi Pindah ke  SMAN 1 Kefa, dan lulus darisana. Setamat SMA Dolfi pun melanjutkan pendidikan ke Universitas Undana dan berhasil meraih gelar sarjana pendidikan.

Ujian hidup seakan membayangi hidupnya. Bagimana tidak, saat menjadi seorang mahasiswa Dolfi Kolo harus menjadi kuli bangunan dengan gaji 5000 rupiah sehari. Tidak hanya menjadi kuli bangunan, dia juga menjadi penjual tas plastik antar kabupaten. Dia sadar bahwa lewat cucuran keringat yang membesahi bumi, seseorang bisa belajar makna kehidupan. Selepas meraih gelar sarjana, dolfi kolo un pulang kampung. dia menjadi guru honor pada sebuah SMP di Kefa.

Namun saat dirinya menjadi aktivis GMNI, telah merubah pola pikirnya untuk bermain politik sehingga ketika ada pembukaan untuk menjadi PPK saat Pilkada, Dolfi pun melamar dan diterima. Tidak sampai selesai masa jabatan, suami dari maria otang ini kembali melamar menjadi anggota KPUD TTU. Saat disitulah orang mulai mengenal Dolfi dan insting politiknyapun mulai membara.

Dia sadar bahwa cara lain untuk bisa menolong orang yang lebih banyak adalah harus maju tanpa gentar di dunia politik yang kadang ganas. Niatnya untuk menjadi seorang anggota dewan membuatnya harus mundur dari anggota KPUD. Ayah dari giovani marhaen anunu kolo, agnes lotilde putri kolo, matew sailendra kolo dan johanis jokowi mauritio kolo inipun bertarung menjadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2014-2019 dari daerah pemilihan TTU, Belu.

Tanpa uang dan tanpa nama besar, nyali Dolfi Kolo tidak pernah ciut untuk bertaung dengan para jawara di medan politik asal TTU dan Belu. Tekad yang bulat didasari niat yang tulus untuk bisa memberi lebig bagi banyak orang membuat Dolfi Kolo tak lelah berkeliling kampung saat kampanye Pileg. Namun Dolfi tak sendiri, banyak teman dan sahabat yang menolongnya, baik hanya melalui doa maupun materi ketika dia harus naik turun ojek dan mendaki gunung menuruni lembah saat menyapa masyarakat.

Dari hasil kerja kerasnya kini dia menjadi salah satu anggota DPRD Provinsi NTT walaupun untuk merihnya harus dengan ketukan palu dari Mahkamah Konstitusi. perjungan Dolfi Kolo dalam meraih kursi legislatif telah memberi inspirasi bagi anak mudan dan orang tak berpunya bahwa uang bukan segalanya dan anak muda jangan pernah dipandang sebelah mata. Dolfi meyakini bahwa Uang dapat membeli seekor anjing yang baik, namun hanya kasih yang bisa menyebabkannya mengibaskan ekornya.

Inilah yang membuat dia tidak pernah merasa menjadi orang besar lalu melupakan pergaulan dan menanggalkan kerendahan hati. Kini ada beban dipundaknya bagimana membuat anak2 di kampung terutama di TTU dan Atambua bisa menempuh pendidikan secara baik. Sebagai yang dipercaya untuk duduk dilembaga DPRD NTT maka Dolfi Kolo telah siap untuk berjuang keras bagaimana pemerintah lewat anggaran yang ada bisa memperhatikan keluhan masyarakat yang selama ini menderita.(joey rihi ga)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60