Dira Tome : Yang Gratis Hanya di Surga

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Calon Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome menegaskan, pihaknya tidak bisa memberi janji muluk kepada masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua selain harus bekerja keras. Jika ada yang menjanjikan hal gratis, itu hanya terjadi jika sudah hidup di Surga.

“Paket Mandiri tidak bisa menjanjikan sesuatu yang muluk apalagi yang gratis bagi masyarakat Sabu Raijua selain mengajak semua warga untuk bekerja keras serta bersama-sama membangun daerah ini. Kalau ada yang janji gratis itu hanya terjadi kalau sudah hidup di surga,” kata Dira Tome saat melakukan kampanye terbatas di Desa Padadue, Kecamatan Sabu Tengah, Sabtu, (3/10/2015).

Pernyataan ini dikatakan Marthen Dira Tome, untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang menyampaikan bahwa ada paket tertentu yang sudah berjanji akan memberikan Raskin gratis, BBM gratis, Pajak, pajak dihapus hingga dicabutnya Perda tentang penertiban ternak yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sabu Raijua.

“Paket Mandiri hadir di setiap pertemuan maupun kampanye selalu menyampaikan visi dan misi yang akan di lakukan lima tahun kedepan jika rakyat berkenan memilih kami kembali memimpin daerah ini. Kami telah bekerja keras selama empat tahun terakhir ini,” ungkapnya.

Marthen mengatakan, Sabu Raijua pernah diekspos oleh media bahwa termasuk dalam 5 DOB terburuk hasil evaluasi Dirjen Otda, sehingga sempat menjadi isu negatif ditengah masyarakat. Padahal apa yang diberitakan media kali lalu merupakan hasil evaluasi ketika Sabu Raijua masih dijabat oleh seorang Penjabat Bupati. Selama memimpin Sabu Raijua, kata Marthen, pihaknya terus berusaha meningkatkan skor yang menjadi indikator penilaian bagi DOB oleh Dirjen Otda.

“Perlu kami jelaskan bahwa saat itu Sabu Raijua hanya mendapatkan skor 40 ketika masih dijabat oleh Penjabat Bupati, Thobias Uly, dimana hasil evaluasi  itu pada tahun 2009-2010. Ketika kami menjabat tahun 2011 kami berusaha meningkatkan skor tersebut menjadi 64, kemudian naik menjadi 71 dan sekarang menjadi 76,2,” papar suami dari Ny Irna Dira Tome ini.

Dia memaparkan,  untuk memperoleh hasil evaluasi yang baik dari Dirjen Otda,  Pemerintah harus bekerja keras untuk mencapai berbagai indikator yang akan dinilai. Indikator yang dinilai tersebut yakni meliputi peningkatan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik serta sejumlah indikator lainnya.

“Untuk itu maka berbagai kebijakan serta terobosan telah kami lakukan di Sabu Raijua. Bukan semata-mata untuk mengejar penilaian dari Dirjen Otda tapi bagaimana kami menjawab setiap kebutuhan masyarakat dan daerah. Sebagai daerah otonomi baru maka kerja keras harus kami lakukan, terutama bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pada saat Pemerintahan Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke menjalankan pemerintahan setelah masa penjabat bupati Thobias Uly pada Januari 2011, Pendapatan Asli Daerah (PAD) waktu itu hanya sebesar Rp.300 juta. Namun dengan kerja keras selama 4 tahun terkahir, kini PAD Sabu Raijua telah berada di angka Rp.26,8 miliar rupiah. “Kita malah berada diatas Kabupaten lain yang lebih dulu menjadi Kabupaten otonom,” pungkas Marthen. (joey)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60