Dira Tome Panen Perdana Garam Di Kecamatan Liae

  • Whatsapp
Share Button

Seba, seputar-ntt.com – Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, Selasa (17/11/2015) melakukan panen Perdana garam dengan teknologi geomembran di Desa Halapadji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua. Garam yang dipanen tersebut kemudian di bagi gratis kepada ratusan warga di Kecamatan Liae.

Dengan dipenanya garam di Kecamatan Liae maka sudah ada empat kecamatan yang telah memproduksi garam dari jumlah 121 hektar lahan garam yang dikerjakan tahun 2015. Empat kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Sabu Barat, Kecamatan Hawu Mehara, Kecamatan sabu Timur dan Kecamatan Liae.

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome dalam arahannya sebelum melakukan panen perdana mengatakan, garam akan menjadi komoditi unggulan di Kabupaten Sabu Raijua. Saat ini ada 121 hektar lahan yang sedang dikembangkan diwilayah tersebut dan bisa menampung ribuan tenaga kerja.

“Garam adalah komoditi sensitif yg harus dijaga dan dilindungi sehingga perlu didukung semua pihak karena saat ini garam adalah masa depan Sabu Raijua,” kara Dira Tome.

Bupati berharap agar seluruh masyarakat termasuk camat dan para kepala Desa untuk melakukan pengamanan terhadap wilayah tambak garam sehingga terhindar dari gangguan tangan-tangan tak bertanggungjawab. “Demikian juga dengan hewan-hewan jangan dibiarkan keliaran supaya tidak merusak lahan tambak,” harapnya.

“Berkaitan dengan laporan bahwa adanya orang-orang atau oknum yang mungkin punya kepentingan politik yang datang memprovokasi bahwa tambak mubazir, garam masih muda, Lokasi tidak cocok karna angin kencang, kalian anggap saja sebagai anjing yang sedang melolong,” tandas Dira Tome.

Marthen Dira Tome menegaskan, okunum yang datang menebar isu tentang tambak garam tidak mengerti apa yang sedang dibuat oleh Pemerintah saat ini. “Semua yang kita lakukan telah melalui perencanaan yang panjang dan kita menggunakan tenaga ahli bukan mendengar kata orang dipinggir jalan, sekali lagi kalau mereka datang lagi diusir saja dari tempat ini, mereka bukan org yang pas untuk didengar,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa sebagai pemimpin di Sabu Raijua tidak mau mempertaruhkan karier hanya karena dianggap tidak berhasil menjadikan Sabu Raijua sebagai lahan garam yang berkualitas. “Kami tidak mau pertaruhkan karier dgn hal-hal bodoh. Ini sudah kami buktikan dan bukan sekedar bualan belaka. Saya mau katakan bahwa tidak boleh menumpuk seribu kebaikan  tapi dibarengi dengan setumpuk dosa,” pungkas Dira Tome.

Dia juga mengatakan bahwa bagi para pekerja tambak agar tidak perlu kuatir dalam bekerja karena mereka dijamin dengan gaji yang layak serta jaminan peniun. “Saya telah menyerahkan tabungan pensiuan bagi 164 orang pekerja tambak. Jika 121 hektar tambak garam selesai dibangun maka ada 1.210 tenaga kerja yang terserap. Tidak hanya Pekerja di tambak tapi juga  semua tenaga kerja pada pabrik rumput laut , pabrik air minum dalam kemasan dan pabril pengolahan garam juga akan disertakan dalam katakan bahwa program ini. Dengan demikian total tenaga kerja yang akan mengikuti program tabungan pensiun tahun 2015 kurang lebih 2000 orang,” kata Dira Tome.

Dira Tome juga menambahkan, tidak tertutup kemungkinan bagi para petani, nelayan, padagang maupun para kepala desa untuk mengikuti program tabungan pensiun ini. “Pemerintah tidak cukup dengan hanya menyiapkan lapangan kerja saja, tapi juga dituntut untuk berpikir tentang masa depan pekerja. Bagimana ketika mereka sudah tidak bekerja lagi dan jawabannya adalah dengan tabungan pensiun ini,” ujarnya. (dedy lay doma)

Komentar Anda?

Related posts