Dira Tome Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Embung Besar di Liae

  • Whatsapp
Share Button

Menia, seputar-ntt.com – Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome melakukan peletakan batu pertama pembangunan embung besar di Desa Kota Hawu, Kecamatan Liae, Rabu (7/10/2015). Peletakan batu pertama ini sebagai tanda dimulainya pekerjaan embung yang diberi nama embung Ma Appu Noa.

Pada kesempatan tersebut Dira Tome menegaskan bahwa, salah satu cara untuk memerangi kekeringan di Sabu Raijua adalah dengan membangun sebanyak-banyaknya embung baik dalam skala besar maupun kecil. Embung yang sudah dibangun selama ini telah memberi dampak bagi masyarakat sekitar dalam menghadapi musim kemarau.

“Saya minta kepada masyarakat Sabu Raijua untuk mendukung pembangunan embung yang sdang dilakukan. Kita berkaca pada embung Guriola yang telah memberi kehidupan bagi warga sekitar, sekalipun pada awalnya mereka menolak,” tegas Dira Tome.

Dia mengatakan, Sabu Raijua merupakan salah satu Kabupaten yang terkena imbas kekeringan yang paling parah di NTT selain Kabupaten Sumba Timur dan Manggarai. Hal ini telah diantisipasi oleh pemerintah dengan membangun embung-embung maupun sumur bor.

“Kita memberi apresiasi dan terimakasih banyak kepada Pemerintah Pusat lewat Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan embung di Sabu Raijua,” ungkapnya.

Membangun Embung kata Dira Tome akan memberi banyak manfaat, bukan hanya untuk mengatasi kekeringan dan pemenuhan air baku bagi masyarakat. Dengan adanya embung lanjut Dira Tome, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menanam berbagai komoditi dalam memenuhi kebutuhan pangan daerah.

“Kehadiran embung harus dilihat sebagai pintu bagaimana kita bisa mencapai keterpenuhan pangan sesuai dengan cita-cita dan harapan Pemerintah Pusat tentang Swadaya pangan. Kita tidak bisa bicara keperpenuhan pangan apalagi swadaya pangan tanpa ditunjang oleh ketersediaan air yang cukup” ujarnya.

Dia juga memberi apresiasi terhadap masyarakat di Desa Kota Hawu dan Liae pada umumnya yang telah bersedia dan sukarela melepaskan tanah guna pembangunan embung Ma Appu Noa. “Ini adalah contoh masyarakat yang cerdas dan sadar terhadap manfaat pembangunan embung di daerah ini,” katanya.

Sementara Roy Kale, salah satu staf dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara  II mengakui bahwa Sabu Raijua mendapat perhatian dari Pemerintah dalam hal pembangunan embung. Dia juga memberi apresiasi terhadap masyarakat yang antusias ketika lahan mereka dipakai untuk pembangunan embung.

“Masyarakat Sabu Raijua dikenal dengan semangat dan etos kerja yang tinggi. Tidak ada embung yang sudah dibangun lalu dibiarkan begitu saja. Dimana ada embung pasti disekitarnya ada berbagai tanaman yang menghijau,” pungkasnya. (ama)

Komentar Anda?

Related posts