Dira Tome : Cabut Izin Pengecer Yang Jual BBM Mahal

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Bupati Sabu Raijua mengambil langkah tegas bagi para pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Sabu Raijua yang menjual diatas harga yang telah ditetapkan Pemda. Untuk itu dirinya telah menugaskan Kasat Pol PP, Yohanes Teru, untuk melakukan operasi penertiban BBM yang dijual dengan harga yang mahal ditingkat pengecer dan jika ada yang menjual diluar harga yang ditetapkan maka ijinnya segera dicabut.

“Jadi kalau ada pengecer yang nakan dengan menjual BBM diatas harga yang kita tetapkan maka saya perintahkan untuk cabut izinnya,” ujar Bupati Marthen Dira Tome menanggapi persoalan BBM di Sabu Raijua beberapa pekan terakhir.

Selain memerintah Kasat Pol PP, Bupati juga telah menugaskan Kabag Ekbang, Victor Radamuri agar berkoordinasi dengan Toko Piet sehingga seluruh minyak yang belum terangkut dari Kupang sejak Januari 2015 kurang lebih 2.750 Drum dapat diangkut semuanya.

“Kumpulkan para pemodal untuk tebus minyak itu dari pertamina, jika mengharapkan satu orang saja untuk menebusnya, tentu tidak mungkin karena uangnya terlalu banyak. Kemampuan modal teman-teman sangat tidak mungkin”.tegas bupati.

Selain itu Dira Tome juga perintahkan agar kembangkan lagi titik layanan ke tempat lain selain di Musa Lede agar pelayanan semakin enteng. Jangan takut dengan omongan orang di Dunia Maya, karena mereka tidak mengerti apa yang kita alami di Daerah ini. Jika ada yang sangat nyaring dan tidak setuju dengan kebijakan ini, maka tanyakan kepada mereka ada berapa banyak duit mereka yang bisa diberikan untuk menebus BBM dari Pertamina.

“Biasalah kalau saudara-saudara kita dari luar merasa sangat hebat. Mereka merasa tau semuanya padahal juga mereka hanya omong-omong saja.”tandasnya lagi.

Bupati juga minta kepada pihak Kepolisian untuk tetap mengontrol transaksi disetiap titik layanan, jika ada yang bermain harga diproses saja.
Kasat POL PP, Yohanis Teru menjelaskan bahwa bensin yang dijual mahal selama ini bensin Non Subsidi milik Darius Bentanone dan Jorhans Nasa.

Kedua saudagar ini yang sering menyelundupkan minyak dari Kupang dan menjual dengan harga yang sangat mahal pada pengecer dan akhirnya pengecer jual dgn harga yang lebih mahal lagi pada para konsumen.

Dia mengatakan bahwa Bupati juga telah perintah agar segera tertibkan semuanya supaya, jangan sampai meresahkan masyarakat. “Pak Bupati juga telah perintahkan agar mengawal secara baik penjualan minyak di pangkalan atau APMS baik yg di Raemadia atau lokasi Zen Alboneh maupun di Tulaika atau lokasi Musa Lede,”Tegasnya. (joey)

Komentar Anda?

Related posts