Bunda Julie, Senjata Mematikan Viktor Laiskodat di Medan Laga

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda NTT, Julie Laiskodat bersama Pemimpin Redaksi Media Online Seputar NTT

Kupang, seputar-ntt.com – Julie Soetrisno Laikodat atau yang biasa disapa Bunda Julie adalah sosok wanita yang tak asing lagi di Bumi Flobamora saat ini. Sebagai istri dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam diri Bunda Julie melekat jabatan sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT dan juga Ketua Dekranasda NTT. Tak heran melalui kedua jabatan tersebut, Bunda Julie begitu fasih menari dilapangan untuk mendukung cita-cita dan mimpi Viktor Bungtilu Laikodat yang baru saja menyelesaikan pendidikan S3 sebagai seorang doctor. Bunda Julie tak kenal lelah, dalam tekadnya yang kuat, mimpi untuk NTT Bangkit, NTT Sejahtera harus terwujud sekalipun tidak sempurna.

Dalam catatan redaksi media ini, sudah hampir 5 bulan terakhir, perjalanan politik Julie Laiskodat mengalami Rotasi. Dari Pulau Flores menuju Pulau Timor. Sebagai Anggota DPR RI dari Partai Nasdem mewakili Daerah Pemilihan NTT 1, Julie Laiskodat sering melanglang buana di Nusa Nipa. Hal yang wajar, sebab dari Bumi Caboda Flora itulah, dia terpilih menjadi wakil rakyat di Senayan. Kehadiran Julie Laiskodat yang lebih sering di Dapil NTT 2 memantik banyak spekulasi. Ada yang mengatakan dia akan berpindah Dapil pada Pemilu 2024. Adapula yang mengatakan Julie Laiskodat sedang mengemban tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda NTT. Dia harus mampu menyeimbangkan diri di Provinsi Kepulauan ini, sebab sebagi istri gubernur, sejatinya dia adalah bunda dari semua rakyat NTT.

Julie Laiskodat laksana sisi lain yang melengkapi ketidaksempurnaan sang suami. Benar bahwa dibelakang suami yang sukses ada seorang istri yang hebat. Bagimana tidak, Ditengah berbagai isu yang menyerang Viktor Liskodat, kehadiran Bunda Julie seperti Oase di Padang Gurun. Menyegarkan dan menyejukkan di tengah kemarau yang mengganas. Saat ini berbagai klip video tentang janji-janji Viktor Laiskodat saat Kampanye dalam Pemilihan Gubernur NTT, selalu menghiasi beranda dunia maya. Nada minor dan kata-kata yang menohok selalu terlontar, seperti ingin menghempaskan putra asal Pulau Semau itu dari pentas politik Flobamora. Sekali lagi, kahadiran Julie Laiskodat seperti Gandiwa di tangan Arjuna saat perang Bharatayudha di Padang Kurusetra. Senjata yang mematikan langkah setiap lawan. Senjata yang akhirnya memberi kemenangan bagi para Pandawa.

Kehadiran Bunda Julie di Pulau Timor dan Kota Kupang pada khususnya seperti memberi sensasi baru, terutama di mata media. Apapun kegiatan Bunda Julie selalu diliput oleh puluhan media. Semua diatur rapi dengan arah berita yang berbeda sesuai sudut pandang redaksi masing-masing. Tidak  ada Pres Rilis seperti yang biasa diberikan Humas. Tidak ada poin dan penekanan. Tidak ada agenda setting. Wartawan mau tulis apa saja terserah, tapi kehadiran media dan wartawan selalu disambut hangat oleh Bunda Julie. Dia bahkan mengenal nama wartawan yang sudah mengikutinya berulang kali. Gerak sama dan serentak para awak media tentu tak lepas dari tangan dingin Wakil Ketua Bidang Media DPW Nasdem NTT, Elas Djawamara. Sebagai seorang wartawan, dia tahu caranya bagaimana teman-temannya tidak bersungut dan harus pulang dengan tersenyum. Putra asal Pulau Sumba itu mampu mengelola kemelut di depan gawang, dan lihai melesatkan tendangan dari sudut sempit untuk menciptakan gol.

Jika dilihat lebih detail pergerakan Bunda Julie di Dapil NTT 2, maka sasaran yang sedang digerakkan adalah anak muda. Bebagai kegiatan anak muda selalu didukung oleh Bunda Julie. Yang paling anyar adalah dukungan kepada Komunitas Bonsai Kupang atau Koboi Kupang. Anak-anak muda pencinta tanaman kerdil tersebut, sudah memiliki mimpi besar untuk menjadikan Bonsai sebagai peluang bisnis dari NTT. Namun mimpi mereka belum nyata sebelum mereka bertemu Istri Gubernur NTT. Bersama Bunda Julie, mereka melakukan Pemeran, Workshop dan Demo bagaimana membuat tanaman bonsai terlihat indah. Cara merawat dari benih hingga besar. Bahkan dalam pameran itu, komunitas ini berhasil menjual tanaman dengan nilai ratusan juta rupiah. Sesuatu yang menggiurkan dan jangan heran jika dalam beberapa waktu kedepan, tanaman hias Bonsai sudah menjadi pilihan masyarakat NTT sebagai ladang cuan.

Saat membuka kegiatan Pameran Bonsai, Bunda Julie mengatakan, dirinya Sebagai Ketua Dekranasda NTT akan mengirim surat kepada Pemerintah dalam hal ini Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, agar semua bunga hias dari plastik yang ada di meja dan ruang kerja OPD agar segera diganti dengan bunga hidup yakni tanaman hias Bonsai. Dengan begitu, maka harga Bonsai akan merangkak naik dan memberi keuntungan secara bisnis bagi komunitas Bonsai. Ini juga bisa menjadi Triggers atau pemicu bagi masyarakat NTT, untuk menjadikan Bonsai sebagai tanaman yang bernilai ekonomis. Langkah yang sama pernah dilakukan oleh Bunda Julie saat Viktor Laiskodat baru memimpin NTT. Saat itu Bunda Julie sebagai Ketua Dekranasda, meminta pemerintah untuk menggunakan pakaian adat saat hari kerja. Lewat Pergub lalu ditetapkan setiap hari Selasa dan Jumat para ASN di Lingkup Pemprov NTT dan di Kabupaten/Kota harus menggunakan pakaian adat. Hasilnya sungguh luar biasa. Kain tenun menjadi primadona dan para pengrajin dan penenun mulai tersenyum karena sudah mulai hidup layak. Permintaan kain tenun meningkat di NTT.

Sebelumnya, Bunda Julie sudah berhasil mengumpulkan anak-anak muda di NTT dan bekerjasama dengan Dapur Kelor meluncurkan minuman berbahan dasar kelor. Namanya  Hay Drink. Di Kota Kupang sudah ada puluhan booth yang menjual minuman segar tersebut. Apa yang dilakukan oleh Bunda Julie, adalah mimpi Viktor Laiskodat yang ingin memanfaatkan Pohon Kelor sebagai peluang bisnis, dan sekaligus sebagai makanan sehat bagi warga NTT. Dari sisi bisnis, bisa meraih cuan atau uang dan dari sisi kesehatan, kebutuhan gizi rakyatnya bisa terpenuhi. Setiap ketemu anak muda, Bunda Julie selalu memberi semangat kepada mereka, untuk tidak bergantung menjadi PNS, sebab menjadi pengusaha juga adalah jalan hidup yang musti menjadi pilihan kedepan. Apa yang disampaikan oleh Bunda Julie adalah pesan yang sebenarnya telah disampaikan sang suami saat kampanye. VBL sapaan akrab Viktor Laiskodat memiliki mimpi agar anak NTT tidak hanya dikenal sebagai anak kelas dua, tapi harus mampu bersing dengan anak luar di berbagai bidang termasuk jalur bisnis.

Pergerakan Bunda Julie yang tidak kaku serta luwes dengan semua orang, adalah sisi lain dari diri Viktor Laiskodat yang terkesan dingin dan membuat orang takut. Keduanya saling mengisi untuk NTT yang lebih baik. Kisah Viktor Laiskodat yang hidup susah dan makan biji kapuk, tidak boleh terulang bagi generasi mendatang. Kisah Viktor adalah kisah anak kampung yang mampu menundukkan ibu kota, tapi tak mendapat tempat di hati orang dalam kampung sendiri. Saat ini ditengah bisingnya rakyat menagih janji, sang istri sedang berkelana dari sisi yang lain untuk merangkai satu per satu mimpi Viktor Laiskodat yang tercecer, untuk dijadikan bingkai indah menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera. Jangan lupa, ada pesan dari Bung Kanis Pari seperti ini : Jangan BIMBANG hadapi LAWAN, Jangan BINGUNG hadapi KAWAN. Sebab KALAH tidak BERKANJANG, MENANG tidak LANGGENG. SIAPA SALAH BUKA LANGKAH, Akan  TERLEMPAR KELUAR GELAGGANG. (Joey Rihi Ga)

Komentar Anda?

Related posts