Beritakan Bisnis Novanto, Direktur Novanto Center Ancam Habisi Wartawan Tempo

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Gara-gara memberitakan tentang Bisnis yang dijalankan Ketua DPR RI Setya Novanto di NTT, Wartawan Tempo Jhon Seo diancam akan dihabisi oleh Muhamad Anshor, Direktur Novanto Center yang juga anggota DPRD NTT dari Partai Golkar.

Jhon Seo kepada wartawan mengisahkan bahwa awal mula dia diancam lantaran Muhamd Anshor tidak terima dengan pemberitaan yang dilansir Media Tempo
pada Jumat (3/10/2014) terkait bisnis yang sedang dijalankan Setya Novanto di NTT.

“Saya sudah wawancara dia dan saya buat beritanya, namun setelah beritanya dimmuat malah dia mengancam akan menghabisi saya,” ujar Jhon.

Dia menjelaskan, melalui telepon selularnya, Muhamad Ansor mengancam akan mencari wartawan Tempo. “Saya akan cari kau. Kau tahu keluarga saya. Kau tahu Saya orang Alor,” kata Muhamad Ansor melalui telepon genggamnya.

Ansor mengancam wartawan Tempo ini terkait pemberitaan yang dilansir Tempo, Jumat, 3 Oktober 2013 dengan judul “Gurita Bisnis Setya Novanto di NTT” dan berita lanjutan “Novanto Center akui Gurita Bisnis Setya Novanto”.

Lantaran pemberitaan tersebut maka Muhamad Ansor yang menjadi Direktur Novanto Canter via telepon genggamnya mengancam mencari dan menghabisinya. “Dia dengan suara keras lewat teleponnya mengatakan Kau tahu saya tidak. Saya dan keluarga akan cari kau,” katanya berulang kali.

Muhamd Anshor mengelak pertanyaan via telepon adalah bentuk wawancara untuk diberitakan. “Saya tidak tahu, kalau itu wawancara,” katanya dengan nada kasar.

Muhamad Anshor yang dihubungi wartawan terkait ancamannya terhadap wartawan Tempo mengelak jika dirinya tidak berbicara sesuai dengan apa yang diberitakan. Padahl dalam rekaman di HP milik Jhon Seo sangat jelas dia menuturkan semua bisnis yang dijalankan oleh Setya Novanto di NTT.

“Dia tidak wawancara soal bisinis, tapi dia tanya tanggapan dan harapan masyarakat NTT setelah Pak Novanto menjadi Ketua DPR RI dimana Beliau berasal dari Dapil NTT,” katanya.

Dia bahwa menghina wartawan sebagai kuli yang mencari sesuap nasi dari tulisan. “Dia hanya cari makan lewat tulisan saja mau bikin malu saya. Dia belum tahu siapa saya” tandasnya.

Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang, Adrianus Rianghepat menyesalkan pengancaman yang dilakukan oleh seorang wakil rakyat yang nota bene dipilih oleh rakyat untuk menduduki jabatan sebagai anggota DPRD NTT. “Tindakan wakil rakyat yang arogan seperti ini,” katanya.

Karena itu, dia meminta induk organisasi Partai Golkar untuk memproses atau memberhentikan kader yang seperti ini. “Golkar harus ambil sikap tegas terhadap kader seperti ini,” katanya.(joey)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60