Batu Akik Makan Korban

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Batu akik yang sedang digarungi oleh masyarakat saat ini mulai makan korban. Lantaran dituduh mencuri batu akik dan sejumlah perhiasan emas milik sang majikan, Modesta Taon, seorang pembantu rumah tangga mendapat penganiayaan.

Modesta Taon mengaku dirinya dianiaya sekelompok anggota Brimob Kepolisian daerah (Polda) NTT. Penganiayaan itu dialaminya setelah ia dituduh mencuri batu akik dan perhiasan emas.

Penganiayaan terhadap Modesta ini dilakukan di markas Brimobda Polda NTT oleh delapan anggota Brimob dengan cara ditampar, dipukul, disetrum di bagian tangan dan leher, juga sempat disel.

“Saya dipaksa mengaku telah mencuri batu akik dan perhiasan milik majikan saya. Padahal, saya tidak mencurinya,” kata Modesta kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2015.

Menurut Modesta, perhiasan batu akik dan emas milik majikannya hilang pada Kamis lalu, 16 Juli 2015, di kediamannya. Dirinya langsung dilaporkan ke polisi sebagai pencurinya, namun saat diperiksa tidak ditemukan bukti bahwa dirinya yang mencuri sehingga dilepas.

Namun keesokan harinya, kata Modesta, dirinya dijemput delapan anggota Brimob Polda NTT berpakaian preman dan dibawa markas Brimob, tepatnya diruang kepala seksi Intel Brimobda Polda NTT. “Saya diinterogasi dengan penganiayaan hingga dimasukan ke sel,” katanya.

Kepala Bidang Propam Polda NTT, Ajun Komisaris Besar I Gede Mega Suprawitha mengaku sudah menerima laporan terkait kasus penganiayaan itu. “Kami akan tindaklanjuti laporan ini,” katanya.(sumber nttterkini)

Komentar Anda?

Related posts