Ampera Siap Demo PLN Seba Senin Mendatang

  • Whatsapp
Share Button

Menia, seputar-ntt.com – Aliansi Masyarakat Peduli Raihawu (Ampera), KNPI Sabu Raijua, Badan Exekutif Mahasiswa Akademi Sabu Raijua (Aksara) dan Pelanggan PLN Sabu Raijua berencana akan melakukan aksi damai (Demo) ke PLN Sub Ranting Seba hari Senin November 2015 karena dinilai telah banyak melakukan tindakan yang sangat merugikan pelanggan di Sabu Raijua.

Menurut Jefrison Haryanto Fernando Koordinator Demo tersebut kepada seputar-ntt.com, alasan pihak untuk melakukan aksi damai tersebut dikarenakan bahwa selama ini pihak PLN Sub Ranting Seba telah banyak melakukan aksi yang tidak terpuji dan merugikan pelanggan, padahal sebagai pelanggan hak – haknya dilindungi sepenuhnya oleh undang – undang agar bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

Selain itu Jefrison juga ungkapkan, ada beberapa hal utama yang akan disampaikan dalam aksi damai tersebut yakni, meminta pihak PLN Sub Ranting Seba untuk berhenti melakukan pemaksaan kepada pelanggan untuk memigrasi meteran milik pelanggan dari Pascabayar ke Prabayar dan meminta PLN agar sesegera mungkin memasang kembali meteran pascabayar milik pelanggan yang telah diganti PLN ke meteran Prabayar.

Ampera juga akan minta agar pihak PLN mau mencatat seluruh meteran pascabayar karena ada indikasi dari pelanggan bahwa pihak PLN hanya meraih – raih jumlah penggunaan daya dari tiap tiap pelanggan sehinga terjadi pembengkakan biaya dari yang biasanya pelanggan bayar, serta meminta pihak PLN untuk melakukan sosialisasi tentang rumusan perhitungan tarif pada penggunaan aliran khususnya pada meteran prabayar karena selama ini pihak PLN hanya memaksa pelanggan untuk migrasi tanpa pernah mengadakan sosialisasi yang akibatnya walaupun pelanggan rugi, namun mereka tidak pernah tahu akan hal tersebut.

Lebih jauh dikatakan Jefrison, tuntutan lainnya yang akan mereka sampaikan nanti sebagai aksi protesnya yakni meminta PLN untuk fokus pada pelayanan terhadap calon pelanggan sesuai permintaan calon pelanggan apakah mau menggunakan meteran pascabayar atau prabayar, karena selama ini pihaknya mengaku melihat bahwa pihak PLN dengan berbagai macam alasan memaksa calon pelanggan untuk menggunakan meteran prabayar, padahal sesungguhnya meteran pascabayar masih tersedia dan hal itu memicu kecurigaan pelanggan bahwa pihak PLN mempunyai deal – deal terselubung dengan CV Rekanan PLN agar meraup keuntungan besar.

Masih menurut Jefrison, hal lain yang menjadi tuntutan mereka yaitu meminta PLN untuk memperbaiki pelayanannya kepada pelanggan karena selama ini pelanggan telah banyak yang mengeluh atas tindakan pihak PLN yang dinilai tidak cepat tanggap ketika menerima laporan gangguan dari pelanggan, bahkan tidak jarang pihak PLN tinggalkan pelanggan yang mengalami gangguan berhari – hari, sehingga terkadang pelanggan harus berupaya sendiri untuk memperbaiki gangguan pada jaringan instalasi di rumah mereka walaupun sangat membahayakan nyawa pelanggan. serta meminta penjelasan dari pihak PLN terkait pemadaman secara sepihak yang kerap terjadi karena telah banyak pelanggan yang mengalami kerugian materiil akibat tindakan pemadaman secara sepihak tersebut.

Terkait hal tersebut, yang dinilai sebagai kesalahan fatal yang dilakukan pihak PLN, pihaknya minta agar pihak PLN mau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka lewat lisan dan tulisan melalui media cetak maupun media elektronik dalam waktu 1×24 jam serta meminta pihak DPRD Sabu Raijua sebagai wakil rakyat untuk segera memanggil pihak PLN untuk dapat melakukan audiensi bersama pihaknya dan pelanggan PLN di sabu raijua.

Dia juga mengajak peran serta  masyarakat untuk secara bersama – sama dengan pihaknya melakukan aksi damai tersebut yang rencananya akan dilaksanakan hari senin nanti sejak pukul 9 pagi yang akan dimulai dari depan SMP Negeri 3 seba, jalan trans seba – mehara, lalu bergerak menuju kantor PLN Sub Ranting Seba, Sabu Barat dan selanjutnya ke kantor DPRD Sabu Raijua di Menia untuk menyampaikan aspirasinya. (dedy lay doma)

Komentar Anda?

Related posts