Ampera, KNPI dan BEM Aksara Demo PLN Seba

  • Whatsapp
Share Button

Menia, seputar-ntt.com – Generasi muda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Raihawu (Ampera) KNPI Sabu Raijua bersama Badan Eksekutif Akademi Sabu Raijua (Aksara) siang tadi mendatangi kantor PLN Sub Ranting Seba, Sabu Barat. Kedatangan rombongan yang mewakili pelanggan listrik di sabu raijua tersebut untuk menyampaikan pernyataan sikapnya terkait tindakan pihak PLN Sub Ranting Seba, yang dinilai telah banyak merugikan pelanggan listrik di sabu raijua.

Dalam pernyataan sikapnya saat aksi damai tersebut berlangsung, Ampera, KNPI dan BEM Aksara, melalui Koordinator Lapangan Aksi Demo, Jefrison Harianto Fernando mengatakan, PLN dinilai arogan dalam melakukan migrasi meteran pelanggan dari pascabayar ke prabayar.

Sebagai konsumen, kata Jefrison, masyarakat mempunyai sejumlah hak dan kewajiban yang diatur dalam Undang – Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlidungan konsumen yang lebih jauh diatur dalam ayat 4 UU tersebut tentang hak – hak konsumen seperti hak mendapatkan kenyamanan dan keselamatan, hak memilih dan mendapatkan, hak atas informasi yang benar, hak untuk didengar pendapatnya, hak advokasi, hak mendapat pembinaan, hak untuk mendapatkan pelayanan yang baik secara benar dan tidak diskriminatif serta hak untuk mendapatkan kompensasi atau ganti rugi, jika barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian.

Lebih jauh dikatakan Jefrison, mungkin karena ketidaktahuan masyarakat akan hak – haknya, sehingga ditenggarai sebagai dasar untuk PLN melakukan tindakan pembodohan kepada pelanggan dengan seenaknya merubah ketentuan undang – undang dan bertindak arogan walaupun pelanggan atau konsumen tidak merasa nyaman.

Menurut Jefrison, pihaknya melakukan aksi damai tersebut agat masyarakat dapat mengerti apa hak dan kewajiban mereka sehingga ketika mereka menemukan adanya pelanggaran yang dibuat pelaku usaha maka konsumen dapat langsung beritndak sendiri, serta dikatakan jefrison, aksi tersebut dilakukan sebagai dampak dari kekecewaan mereka atas pembodohan yang dilakukan oleh pihak PLN kepada konsumen.

“Selain sudah diatur dalam undang – undang perlindungan konsumen, dalam dunia kelistrikan pun telah diatur dalam undang – undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan yang dengan jelas mengatakan bahwa konsumen memiliki hak mendapat pelayanan terbaik secara terus menerus dengan mutu yang baik serta mendapat pelayanan untuk perbaikan jika terdapat gangguan tenaga listrik serta berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman oleh pemegang izin penyedia listrik,”katanya.

Dia mengatakan, PLN telah melanggar undang – undang dan melakukan pembodohan massal, sehingga pihaknya dengan tegas minta agar pihak PLN sesegera mungkin dalam waktu 2×24 menyampaikan permohonan maaaf secara terbuka kepada pelanggan baik secara lisan maupun tertulis melalui media masa ataupun media elektronik, serta memperbaiki kinerja yang merugikan pelanggan.

“Kami meminta DPRD Sabu Raijua untuk segera memanggil pihak PLN supaya dapat dilakukan audiensi dengan pihaknya bersama masyarakat sabu raijua yang menjadi pelanggan listrik. dan apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi PLN, mereka mengancam akan mendatangkan massa yang lebih besar dan menduduki kantor PLN Sub Ranting Seba Sabu Barat, serta melakukan penjemputan paksa tenaga teknis PLN untuk mengganti meteran pelanggan yang sudah dimigrasikan secara paksa, serta menganti rugi lahan milik masyarakat yang tanahnya dilewati tiang listrik PLN,” pungkasnya. (dedy lay doma)

Komentar Anda?

Related posts