Aliansi Dame Timor Siapkan Relawan Pantau Pemilu

  • Whatsapp
banner 468x60
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Aliansi Dame Timor menyiapkan 120 relawan untuk mengawasi jalannya pemilihan umum (Pemilu) legislatif pada tanggal 9 April mendatang. Para relawan ini telah dipersiapkan untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terkait berbagai persoalan Pemilu yang berkaitan dengan diskriminasi SARA.

“Kami dari aliansi dame Timor sudah mempersiakan relawan yang bertugas untuk memantau hal-hal yang ada kaitannya dengan diskriminasi SARA yang bisa saja terjadi saat pemilu,” kata Program Officer AFSC, Andhy Funu yang jua promotor dari Aliansi Dame Timor kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (18/3/2014).

Andhy Funu mengatakan, dalam hajatan Pemilu, berbagai persoalan sering muncul sehingga perlu diawasi pelaksanaanya sehingga menghasilkan Pemilu yang jujur dan adil. Para relawan ini nantinya akan lebih fokus pada pengawasan yang ada kaitannya dengan diskriminasi SARA.

Menurutnya, lima lembaga yang tergabung dalam Aliansi Damai Timor ini terdiri dari Yayasan Tanpa Batas (YTB), Rumah Perempuan kupang (RPK), Peace Journalist Community Kupang (PJCK), American Friends Service Committee (AFSC), Badan Pemuda GMIT (BP GMIT), dan Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak).

“Sesuai pengamatan kami, diskiriminasi SARA sudah mencuat ke permukaan tetapi  masayarakat masih bingung harus mengadu ke mana. Untuk itu dengan adanya program dari Bawaslu soal sejuta relawan pemantau Pemilu, dan Banwalsu membuka luas bagi lembaga, sehingaga  kami yang tergabung Aliansi Dame Timor bergabung bersama Banwalsu,” jelasnya.

Ia mengaku, selain mengawasi terjadinya diskriminasi SARA saat Pemilu, para relawan ini juga diturunkan untuk mengawasi pemilu di Kota Kupang agar dapat berjalan jujur dan adil sehingga tidak terjadi Pemilu yang berdampak isu SARA.

“Kita intinya mengharapkan agar Pemilu yang dame tanpa ada diskriminasi SARA. Untuk itu sekertariat bersama itu berfungsi untuk menerima pengaduan masyarakat soal pelanggaran-pelanggaran pemilu maupun adanya diskriminasi SARA,” pungkasnya. (riflan hayon)

Komentar Anda?

banner 300x250

Related posts

banner 468x60