90 Persen Vaksin Covid-19 di Oesapa Barat  

  • Whatsapp
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Vaksin Covid 19 pertama, kedua dan booster mencapai 90 persen di Kelurahan OEsapa Barat,  Kelapa Lima, Kota Kupang dari target 100 Persen.

Hal tersebut disampaikan Lurah OEsapa Barat pada Kegiatan Pengembangan Inisiatif Advokasi Rakyat (PIAR) NTT dalam sosialisasi Program Penanggulangan Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Wisata Inklusi, di Kelurahan OEsapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (7/4).

Sosialisasi dihadiri 30 orang yang terdiri dari UMKM, para RW,RT dan pegawai kelurahan. Lurah OEsapa Barat, Christian E. Chandra SH mengemukakan di Kelurahan OEsapa. Barat warga yang telah divaksin pertama, kedua dan booster sudah 90 persen.

Strategi untuk mempercepat pencapaian vaksin katanya dengan pendekatan pelayanan ke masyarakat di mana petugas kesehatan (nakes) yang jemput bola ke RT-RT. “Saat kegiatan vaksindekat dengan tempat tinggal warga, mereka justru antusias datang,” tuturnya seraya menambahkan banyak warga enggan datang ke gerai atau tempat vaksin karena berbagai alasan antara lain. karena kesulitan uang transport.

Bagi pengusaha atau kelompok masyarakat yang sibuk ujarnya pihaknya dan nakes menggelar di Kedai Hopeng sehingga menyesuaikan dengan kesibukan mereka dengan demikian bisa tercapai target yang diharapkan.

Dia menambahkan ada juga warga pendatang/urban yang tidak ber-KTP di OEsapa Barat tetap dilayani vaksin karena mereka tinggal di Wilayah OEsapa Barat.      Sementara itu, dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut dia menjelaskan di OEsapa Barat  ada salah satu destinasi ekowisata mangrove (hutan bakau). Dengan program ini akan dapat membantu masyarakat menguatkan kapasitas. Dengan penguatan kapasitas warga akan memiliki aneka ketrampilan yang akan membantu usaha.

Dengan demikian ujarnya  selain destinasi ekowisata mangrove maka kedepan ada daya tarik lainnya sehingga bisa menarik wisatawan datang ke tempat tersebut.

Menurut dia, jika yang diandalkan hanya pariwisata mangrove suatu saat akan mengalami kejenuhan. “Misalnya kalau orang sudah datang satu kali dan bergambar di hutan mangrove tidak mungkin dia akan datang kembali. Tetapi kalau ada daya tarik yang lain kuliner atau produk produk kerajinan, orang mau datang kembali,” ujarnya.    Tak lupa ia menyampaikan terima kasih kepada PIAR yang sudah mengintervensi warga masyarakat melalui Program Penanggulangan Covid 19 melalui Revitalisasi Desa Inklusi.

Menurut dia, semua ini akan bermuara kepada meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (non)

Komentar Anda?

Related posts