11 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga Diresmikan Serentak di Alor

  • Whatsapp
Share Button

Kalabahi, seputar-ntt.com – 11 lembaga penyalur BBM satu harga wilayah Nusa Tenggara diresmikan secara serentak di Hula, Desa Alor Besar Kecamatan Alor Barat Laut oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jumad, 24/11/2023 petang.

11 lembaga tersebut tersebar di Alor Barat Laut, Maronge, Amfoang Selatan, Rote Barat, Mollo Utara, Nangaroro, Lebatukan, Sano Nggoang, Boking, Umbu Ratu Nggay dan Kupang Barat.

Saleh Abdurahman selaku Anggota Komite BPH Migas mengatakan, dari 11 lembaga penyalur BBM satu harga ini, ada 10 lembaga berada di NTT, sementara satunya di Sumbawa.

“Tujuan dari program BBM satu harga ini adalah untuk menciptakan kesetaraan harga bahan bakar minyak di seluruh wilayah Indonesia, karena selama ini kita punya ketimpangan di bidang energi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kahadiran SPBU ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Mungkin dulu masyarakat kesulitan membawa hasil ke pasar, sekarang sudah jadi mudah. Untuk itu harus dijaga betul BBM yang dijual ini tepat sasaran, dan ini jadi tugas kami dan kita semua,” tegas Abdurahman.

Menurut Saleh, usulan SPBU satu harga ini dari pemerintah daerah (Bupati) yang kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Dirjen Migas.

“Salah satu keistimewaan SPBU satu harga jika dibandingkan dengan SPBU umum adalah soal kemudahan mendapatkan BBM kompensasi dan subsidi. Kalau SPBU satu harga kita bisa dapat langsung melalui kuota BBM Migas,” ungkapnya.

Menyangkut pemberdayaan ekonomi melalui dampak BBM satu harga, Abdurahman Saleh menjelaskan, pertumbuhan ekonomi daerah yang dijamin oleh Undang-Undang adalah nelayan, UMKM, petani dan pelayanan umum.

“Jika mau mengajukan tambahan kuota BBM satu harga maka itu bisa langsung ke Kementerian, selama masih tersedia dan digunakan untuk hal yang produktif untuk masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Eksekutif GM PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dwi Puja Ariestya mengatakan, kehadiran SPBU satu harga ini sebagai upaya Pertamina dalam membantu program pemerintah lewat peningkatan ekonomi masyarakat di daerah.

“Saat ini sudah ada lebih dari 493 lembaga satu harga, yang sudah dibangun. Sementara target kita adalah 583 titik sampai tahun 2024. Kami harap target tersebut dapat terselesaikan dengan secara baik,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Penjabat Bupati Alor, Dr. Drs. Zeth Sonny Libing, M.Si, menyampaikan kehadiran SPBU satu harga ini merupakan berkat luar biasa untuk Kabupaten Alor.

“Dengan topografi Alor yang sulit ini kami berharap, kedepannya semua titik tersulit bisa kita tempatkan BBM satu harga. Saya akan mengusulkan agar bisa ditambah 3 sampai 4 SPBU satu harga dan mudah-mudahan bisa setujui,” tandas Zeth.

Sementara warga setempat, Jen Fanggi kepada media mengatakan, kehadiran SPBU ini sangat membantu warga sekitar.

“Selama ini untuk mendapatkan BBM, masyarakat harus ke Kalabahi, dan jaraknya itu cukup jauh. Sekarang kami sudah merasa mudah karena harga BBM sama dengan harga di Kalabahi,” tandas Jen. (Pepenk)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Related posts