Home / Seputar NTT / Warga Temukan Rangka Manusia di Pantai Moko, Diduga Korban PKI

Warga Temukan Rangka Manusia di Pantai Moko, Diduga Korban PKI

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Maumere, seputar-ntt.com – Warga RT.005/RW.003, Desa Hoder, Kecamatan Waigete dikejutkan dengan penemuan rangka manusia di daerah pantai Moko. Rangka manusia itu ditemukan oleh salah seorang warga Desa Hoder, Im Sorry yang kebetulan sedang menikmati keindahan pantai Moko.

“Kemarin (Selasa,10/1/2017-red) sekitar jam 4 sore saya sedang jalan-jalan di pantai Moko saat sampai di sini saya kaget karena lihat ada tulang manusia di tebing batu dan pasir. Saya pikir kayu tapi setelah saya lihat baik-baik ternyata itu tulang manusia,” terang Im Sorry di sela-sela upaya identifikasi oleh tim Inafis Polres Sikka, Rabu (11/1/2017) siang.

Setelah melihat tulang manusia tersebut, sambung Im Sorry, dirinya langsung memberitahukan kepada masyarakat sekitar pantai yang sedang bekerja menambang batu dan pasir di sekitar pantai Moko untuk datang melihat tulang-tulang manusia tersebut.

“Tadi pagi (Rabu,11/1/2017) pagi batu saya lapor ke polisi supaya bisa cari tahu informasi tentang tulang manusia ini,” kata pria asal Jawa ini.

Baca Juga :  Ini Litani Paulus Mo'a Ketika Alex Longginus Mendaftar di Partai Hanura

Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, melalui Kasubag Humas Polres Sikka, Ipda Margono menjelaskan bahwa penemuan tulang manusia yang terkubur dalam pasir di Pantai Moko diduga merupakan korban keganasan Gerakan 30 September PKI di tahun 1965 silam.

“Tulang yang ditemukan terdiri dari tulang kaki dan paha. Semuanya ada 9 buah tulang. Menurut informasi warga bahwa tulang manusia ini merupakan korban G 30S PKI,” ujar Ipda Margono.

Tulang manusia itu, kata Ipda Margono, dilihat oleh warga karena air laut yang mengikis tebing batu dan pasir di pantai Moko.

“Kami akan kirim tim identifikasi untuk melakukan olah TKP sehingga dapat diketahui secara pasti keberadaan tulang manusia tersebut,” papar Ipda Margono.

Pantauan wartawan di TKP, Kanit Inafis Polres Sikka, Brigpol David Jeradu mengais-ngais pasir tempat ditemukannya tulang manusia tersebut. Terlihat masih banyak tulang yang masih terkubur dalam pasir. Kemungkinan masih dapat ditemukan tulang manusia secara utuh dan lebih dari satu orang.

Baca Juga :  Pengurus Golkar Lembata Satu Suara Dukung Hoat Jadi Calon Bupati

Usai melakukan olah TKP, sampel tulang manusia tersebut dibawa ke Mako Polres Sikka untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Menurut salah seorang warga yang menonton jalannya olah TKP di Pantai Moko, lokasi penemuan tulang tersebut merupakan daerah kuburan masal saat peristiwa G 30S PKI.

“Bukan hanya di sini saja tapi setahu saya hampir seluruh kawasan pantai Moko adalah kuburan masal korban G 30S PKI. Itu di sebelah pohon asam dekat dengan tempat ini dulu ada lubang tempat kuburan masal. Kalau sore-sore saat sunyi kita bisa dengar bunyi gong waning dari tempat itu,” ujarnya.

Menurut informasi, tokoh adat dan pemerintah setempat akan melakukan upacara untuk mengubur kembali tulang-tulang tersebut di tempat yang layak.(chs)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]