Home / Kesehatan / Warga Kota Diminta Waspadai Penyebaran HIV/AIDS

Warga Kota Diminta Waspadai Penyebaran HIV/AIDS

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, SeputarNTT.com- Kota Kupang sebagai Tempat tujuan masyarakat di wilayah NTT kini menjadi sasaran penyebaran penyakit HIV/AIDS. Untuk itu warga dan para pendatang di Kota Kupang diminta mewaspadai penyebaran HIV/AIDS melalui PSK liar.

Demikian dikatakan Sekretaris KPA Kota Kupang Elia Thomas Salean,akhir pekan silam. “Dengan perkembangan yang ada saat ini, Kota Kupang sudah menjadi tempat tujuan dan itu akan rentan terhadap penyebaran penyakit HIV/AIDS,”katanya.

Sampai saat ini,Kata Elia, para PSK liar sulit dideteksi dan diperiksa untuk mengetahui apakah mereka terjangkit virus HIV/AIDS atau tidak. Hal ini harus diwaspadai karna tidak diketahuinya para penderita HIV sangat mengancam penyebaran penyakit di Kota Kupang.

“Sampai saat ini memang belum bisa mengetahui apakah PSK liar sudah terdeteksi HIV dan AIDS atau belum. Karena pergerakan PSK liar sulit dilacak,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penertiban harus dilakukan dengan segera, sehingga bisa diketahui sejak dini apakah para PSK liar sudah terjangkit virus atau tidak. Kalau ini tidak ditangani serius, bisa saja pertumbuhan HIV/AIDS di Kota Kupang semakin meningkat.

Menurutnya, selama Tahun 2013 KPA menemukan lagi  35 kasus HIV/AIDS. Jumlah ini meningkat drastis karena belum sampai pertengahan tahun sudah ada 35 kasus, padahal dibanding tahun 2012 totalnya hanya 76 kasus. Kasus terbanyak ditemukan di Kelurahan Alak, Oebobo, dan Kelapa Lima. Sesuai data KPA Kota Kupang, penyebaran HIV dan AIDS di Kecamatan Alak mencapai 23 persen, Oebobo 19 persen, Kelapa lima 20 persen, Maulafa 17 persen, Kota Radja 10 persen, dan Kota Lama 11 persen.

“Sedangkan berdasarkan pekerjaan, penderita terbanyak yakni ibu rumah tangga 14 persen, PNS, TNI-Polri, dan swata mencapai 20 persen,” ujarnya. Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran HIV dan AIDS, yakni melakukan sosialisasi di tempat-tempat prostitusi resmi (KD), spot area, sekolah-sekolah, MTS, beberapa salon waria, dan buruh pelabuhan.

“Buruh pelabuhan mendapat sosialisasi karena lokasi kerja mereka berdekatan dengan KD,” ujarnya.(Joey)

Komentar Anda?

Tags : # #

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]