Home / Sabu Raijua / Wabub Sabu Raijua : Situasi Sudah Kondusif

Wabub Sabu Raijua : Situasi Sudah Kondusif

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke mengatakan, saat ini kondsi di Sabu Raijua sudah kondusif dan terkendali. Masyarakat tidak lagi berkumpul dan telah reda emosinya serta aparat keamanan dari kupang sudah tiba di Sabu raijua.

“Saat ini kondisi sudah terkendali dan kondusif. Kita berharap supaya kondisi ini tetap dipelihara supaya aparat keamanan bisa bekerja dengan baik,” kata Rihi Heke yang dibungi pertelepon pada Rabu, (14/12/2016) pagi.

Dia menjelaskan, saat ini beberapa orang diduga memiliki hubungan dengan aksi pelaku yang menyerang para siswa SDN I Sabu Barat, sudah diamankan polisi. Mereka diturunkan dari kapal fery cepat yang hendak menuju Kupang ke perahu pulau dana. Para terduga ini tidak bisa turun ke darat dan hanya berlabuh ditengah laut sambil menunggu aparat keamanan dari Kupang.

“Mereka yang di laut juga kemarin sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan. Ada juga yang sementara jualan di Raijua dan mereka minta pengamanan di camat sehinggga camat mengamankan dan sekarang sudah di Seba,” papar Rihi Heke.

Diberitakan sebelumnya, Pelaku penikaman terhadap tujuh siswa SDN I Sabu Barat pada Selasa, (13/12/2016) dikabarkan tewas dihajar masa yang mengamuk di Polsek Sabu Barat. Pelaku yang teridentifikasi bernama Irwan tersebut berasal dari Depok jawa Barat yang datang ke Sabu Raijua dengan modus berjualan peralatan dapur.

“Massa mengamuk dan menjebol ruang tahanan dan menganiaya pelaku hingga tewas,”  kata Anthon Rihi, warga Sabu Raijua yang mengaku sedang berada di Polsek, Selasa, (13/12/2016).

Menurut dia, Pelaku dianiaya warga menggunakan batu dan kayu hingga tewas dalam ruang tahanan yang berhasil dijebol ribuan warga di pulau itu.

Warga yang marah dengan tindakan pelaku yang diduga stres tersebut juga diduga dilampiaskan di pasar Nataga dan pasar Hede yang berada di Kabupaten tersebut. “Tidak ada pengrusakan pasar, hanya di kantor polsek Seba saja,” kata Ajie.

dari informasi yang diperoleh kata dia, Warga masih berupaya untuk masuk ke kantor Polsek untuk mengeluarkan pelaku untuk dibakar, namun dihadang aparat kepolisian. “Kami hadang warga agar tidak membakar pelaku,” katanya.

Saat ini, menurut dia, aparat kepolisian berupaya untuk mengeluarkan jenasah pelaku yang masih berada dalam sel tahanan untuk dievakuasi ke rumah sakit. “Kami masih berupaya agar untuk keluarkan jenasah dari ruang tahanan,” katanya.

Sementara Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast, menjelaskan, Polda NTT mengirimkan ratusan personil untuk membantu pengaman di Kabupaten Sabu Raijua. Pasalnya kondisi diwilayh tersebut memanas pasca terjadinya kejadian berdarah di SDN I Sabu Barat. Sejumlah lapak di pasar hede dan Pasar Nataga dirusak masa sebagai pelampiasan kekesan terhadap pelaku yang tega menikam para siswa SD hingga terluka parah.

“Polda sudah mengirimkan personil baik dari Polda dan Polres maupun dari Brimobda. Tadi sudah jalan ke Sabu sehingga tengah malam sudah tiba disana. Ada sertuas lebih personil yang diturunkan untuk melakukan pengamanan” kata Jules.

Untuk diketahui, Kapolda NTT, Brigjen Pol. Drs. E. Widiyo Sunaryo dan Danrem 161 Wirasakti, Brigjen TNI Heri Wiranto tiba di Sabu Raijua dengan helikopter. Keduanya terbang  dari Lembata dan langsung menjenguk tujuh siswa SDN I Sabu Barat yang menjadi korban penikaman oknum bernama Irwan yang berasal dari Depok, pada Selasa, (13/12/2016).

Setiba di Bandara terdamu Seba, Kapolda dan Danrem langsung menuju RSUD Menia dimana anak-anak sedang dirawat disana. Setelah menjenguk para Korban Kapolda dan Danrem menuju ke Mako Polsek Sabu Barat tempat pelaku ditahan. Disana kedua petinggi Polri dan TNI ini memberikan arahan pada personil yang sedang berjaga-jaga untuk tetap tenang menghadapi massa.

Diberitakan sebelumnya, Tujuh orang siswa di SDN I Seba, Kecamatan Sabu Barat pada Rabu, (13/1/2016) sekitar pukul 09:00 Wita diserang oleh orang tak dikenal. Orang tersebut menyerang para siswa menggunakan pisau dan melukai tujuh orang yang saat ini sedang dirawat intensif di RSUD Menia.

Tujuh orang siswa yang menjadi korban penyerang tersebut masing – masing, Juniarto Ananda Apri Dimu, 11 tahun,
mengalami luka robek pada pipi kiri, lengan kanan dan daun telinga bagian kanan, Naomi Oktoviani Pawali, 10 tahun, mengalami luka pada bagian leher dan bibir depan, Maria Katrina Yeni, 8 tahun mengalami luka pada leher, jari tunjuk dan jari tengah, Gladis Riwu Rohi, 11 tahun mengalami luka pada leher dan jari, Dian Suryanti Kore Bunga, 11 tahun mengalami luka  pada leher, Alberto Tamelan, 10 tahun mengalami luka pada leher dan Aldi Miha Djami, 11 tahun juga mengalami luka pada leher.

“Pada saat jam pelajaran berlangsung sekira pukul 08.47 Wita, datang pelaku yg hingga saat ini blm diketahui identitasnya memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu barat, dimana saat itu Pelaku sudah sementara memegang pisau ditangan,” jelas Kapolsek Sabu Tiur, Muhamad Nawawi, Selasa, (13/12/2016).

Dijelaskan bahwa pelaku yang masuk ke ruang kelas V langsung menuju ke bangku belakang dimana anak SD yang bernama Naomi Oktoviani Pawali duduk dan menyerang korban dengan pisau dibagian leher. Setelah itu pelaku yang belum diketahui identitas ini mencari korban anak SD lainnya sehingga total korban sebanyak tujuh. Melihat kejadian tersebut para siswa sekolah SDN 1 Sabu Barat langsung berhamburan keluar lingkungan Sekolah yang berdampingan dengan Koramil 1627/04-Sabu Raijua.

“Saat mengetahui anak-anak lari berhamburan keluar, Danramil Sabu Raijua Mayor (Inf) I Ketut Nesa langsung memerintahkan anggotanya TNI untuk ke Lokasi SDN 1 Sabu Barat dan mengamankan pelaku
. Disaat yang bersamaan anggota Polsek Sabu Barat yang dipimpin oleh Panit I Intel juga sudah memasuki area SDN 1 Sabu Barat dan langsung mengamankan dan mengevakuasi Pelaku di Kantor Polsek Sabu Barat,” ungkap Nawawi.

Dia menjelaskan, ketika masyarakat mengetahui adanya kejadian tersebut maka langsung tersulut emosinya dan berbondong-bondong menuju Polsek Sabu Barat tempat pelaku diamankan. Massa mendesak agar pelaku dikeluarkan dari tahanan supaya diadili oleh massa.

“Tadi Pak Wakil Bupati sudah datang untuk menenangkan massa dan meminta supaya membiarkan aparat bekerja. Saat ini pelaku masih diperiksa,” tutup Nawawi. (jrg)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]