Home / Sabu Raijua / Tol Laut Angkut 1.800 Ton Garam dari Sabu Raijua Menuju Surabaya

Tol Laut Angkut 1.800 Ton Garam dari Sabu Raijua Menuju Surabaya

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Kapal Clarisa yang menjadi angkutan Tol Laut mengangkut 1.800 ton garam curah dari Kabupaten Sabu Raijua menuju Kota Surabaya Jawa Timur. Angkutan Tol Laut ini mulai mengakut garam pada Minggu, (19/6/2016) dari Dermaga Biu di Kecamatan Sabu Timur.

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome yang memantau langsung pengangkutan garam tersebut mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah menyiapkan angkutan tol laut sehingga komoditi andalan dari Sabu Raijua bisa diangkut ke berbagi wilayah di Indonesia.

“Kita patut berterimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Pak Presiden Jokowi yang dengan program tol laut nya sehingga kita bisa mengatarpulaukan garam dari Sabu Raijua. Ini harus menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Sabu raijua untuk lebih bekerja keras,” kata Dira Tome.

Baca Juga :  Air Mata Dira Tome dan Kemenangan Hari Ini

Dira Tome mengatakan, kehadiran Tol Laut sangat membantu Masyarakat di Sabu Raijua yang tinggal di pulau terpencil. Selain mengankut bahan bangunan dan sembako bagi masyarakat di Sabu Raijua, Tol Laut juga mengangkut kembali komoditi yang ada di Sabu seperti garam dan rumput laut.

“Memang daya angkut atau space yang ada untuk mengangkut komodoti dari Sabu Raijua sangat kecil sehingga kita berharap kapal yang datang lebih besar lagi. Karna daya angkutnya yang kecil sehingga garam yang ada menjadi tertumpuk karna produksi kita semakin tinggi seiring musim panas yang saat ini kita lalui,” tambah Marthen.

Pada kesempatan tersebut Dira Tome juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berulangkali meminta kepada pemerintah pusat supaya Dermaga yang ada di Sabu Raijua dikembangkan. Pasalnya dengan panjang dermaga yang ada saat ini tidak memungkinkan kapal besar untuk sandar dan memuat komodoti dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Peluang bagus Baleno main di Hatchback

“Dermaga yang ada ini tidak bisa untuk kapal besar. Kalaupun dipaksakan maka kapal bisa karam karna dermaganya terlalu dangkal. Untuk itu kita minta kepada pemerintah pusat supaya dermaga yang ada di buat panjang lagi supaya kapal besar bisa sandar dan bisa muat dalam kapasitas yang banyak,” harap Dira Tome.

Dira Tome juga mengundang Menteri Kalutan dan Perikanan maupun Presiden Jokowi untuk datang ke Sabu Raijua untuk melihat pengembangan garam maupun Rumput laut yang dilakukan oleh masyarakat saat ini. “Kita mengundang Ibu Menteri maupun Pak Presiden untuk berkenan datang ke Sabu Raijua,” pinta Dira Tome. (jrg)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]