Home / Ekonomi Bisnis / Swiss Belinn Kristal Latih Kelompok Tani Bawang Merah di Pulau Semau

Swiss Belinn Kristal Latih Kelompok Tani Bawang Merah di Pulau Semau

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com — Swiss Belinn Kristal Kupang memberikan pelatihan mengolah bawang merah menjadi bawang goreng, kepada 50 Orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Bawang Merah Semau, di Kantor BPP Semau Selatan pada hari Selasa, 27 Oktober 2020.

Hal ini diakui GM Swiss-Belinn Kristal Kupang, Aldi Risanto melalui Executive Secretary and Marketing Communication, Bernadeth Helena Ayuningrum di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2020).

“Kelompok Tani Bawang Merah ini binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, jadi kami hanya memberikan support saja, dengan melatih mereka mengolah bawang goreng khas Semau,” tandas Helena.

Menurut Helena, kegiatan ini juga sebagai sarana berbagi pengetahuan kepada para petani bawang merah, agar mereka tidak hanya mengandalkan produk bawang merah saja untuk dijual.

“Kegiatan ini untuk menghindari harga bawang yang jatuh saat musim panen. Dimana saat panen hasilnya banyak, para petani bisa mengalihkan menjadi bawang goreng, sebagai produk turunannya. Sehingga membantu ekonomi mereka juga,” tandas Helena.

Untuk Swiss-Belinn Kristal Kupang sendiri, aku Helena, kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan, dalam rangka mendukung UMKM binaan Bank Indonesia yang menyelenggarakan budidaya bawang merah.

“Mudah-mudahan pada kesempatan lain kami bisa mendukung kegiatan lainnya dalam hal kepariwisataan yang ada di daerah NTT,” ujar Helena.

Saat pelatihan kemarin, tegas Helena, kelompok tani bawang merah tersebut, diberi pelatihan tentang cara menghasilkan bawang goreng yang terbaik, untuk cita rasanya dengan kekhasan bawang yang dimiliki oleh Semau.

“Ada tiga cara pembuatan bawang goreng yang kami tawarkan. Untuk penentuan cara mana yang dipilih sepenuhnya adalah hak dari kelompok tani. Sebagai kelompok tani binaan BI, maka urusan pemasaran sepenuhnya dilaksanakan oleh BI. Tapi kami juga berkomitmen akan membantu pemasarannya, karena ini UMKM yang sangat potensial juga,” paparnya.

Misalnya, kata Helena, bawang goreng khas Semau bisa ditawarkan kepada tamu hotel yang mencari oleh-oleh. “GM Aldi Risanto sangat mensupport kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif kepada masyarakat. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita, bila bawang goreng khas Semau dikenal luas, bukan hanya di NTT tapi juga daerah lain,” pungkas Helena. (ira)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]