Home / Pendidikan / Supertim, Sebuah Revolusi Mental Dalam Bekerja

Supertim, Sebuah Revolusi Mental Dalam Bekerja

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Oleh: Lay A. Yeverson dan
Yusuf Koe Hoen

Perjalanan  seseorang untuk mencapai puncak jabatan adalah sesuatu yang didambakan oleh banyak orang yang berkarier di lembaga mana saja, meskipun ada juga yang bekerja tidak berpikir sampai dimana puncak jabatan karier yang akan ia capai. Beragam pandangan dipastikan muncul terhadap seseorang jika telah mencapai titik puncak jabatan karier,  apakah itu positif atau negatif sudah dapat dipastikan bahwa pandangan itu akan ada. Penulis mengangkat tema ini memiliki motivasi atau niat  memberikan  sebuah refleksi mental bagi kita ketika  dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin dalam sebuah organisasi atau lembaga tempat kita berkarya.

Hal mendasar adalah  kesiapan dan kesanggupan kita sebagai pemimpin dalam merevolusi mental kita agar menjadi teladan dalam mengemban tugas dan jabatan yang dipercayakan.
Penulis teringat dengan sebuah cerita yang diceritakan oleh opa kami ketika mulai beranjak tidur malam.  tentang tipe pemimpin yg harus kita ikuti dan yg harus kita hindari tapi yang satunya perlu ditiru :

1. Ayam betina: ayam saat bertelur sehari, pasti  dia akan teriak2,  tek kotek  100x padahal sehari dia hanya mampu bertelor 1 butir/ hari. Pemimpin seperti ini yg mau kerja hanya untuk mencari pengakuan, kerjanya sedikit.
2. Tokek: Tokek setiap hari hanya tunggu makanan lewat, tapi kalau teriak keras-keras tapi hanya omong namanya saja, tidak tau kerja setiap hari hanya teriak TOKKE, TOKKE, berkali-kali, Pemimpin seperti ini jangan di tiru. Hanya mau makan tidak bisa kerja, tapi sukanya membesarkan namanya sendiri.
3. KATAK: Pemimpin model ini yang harus di hindari, bila perlu tidak usah  kerja dengannya. Karena sifatnya suka tendang bawahan siku rekan kerjanya dan suka mendahului.  (Tendang ke bawah,  siku kiri kanan,  ke ATAS)

4. Nah yang satu ini perlu ditiru, tapi KADANG DIA SELALU DI HINA.
Namanya PENYU, dengan bahasa  kupang dan sekitarnya biasa disebut KEA. KEA itu jika bertelor diam-diam tanpa ada yang tahu kaget saja telornya banyak.

Dia kerja dalam diam, tapi hasil kerjanya banyak. Dia kerja dalam diam karena KEA tidak butuh PENGAKUAN.
Jadi jika ada yg bilang bahwa memiliki otak “KEA”, jangan artikan negatif, KEA bekerja tulus walau lambat pasti didukung dan dicintai teman-temannya, walau dia berjalan lambat, tapi kerja CEPAT dalam SENYAP.
Apapun yang tertulis diatas, jadikan untuk motivasi hidup dalam dunia kerja dan BERFIKIR POSITIF.
Yang pasti kita semua diciptakan sama oleh yang kuasa, ada yang cepat ada yang lambat. Tapi klo kita saling mendukung DALAM satu TEAM KERJA yg benar solid  SUPER TEAM, maka dengan sendirinya motivasi dan prestasi pasti akan datang.(*)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]