Home / Ekonomi Bisnis / Stemboat Waroenk Seafood, Kuliner Berkuah Ala Tiongkok yang Enak Disantap Saat Udara Dingin

Stemboat Waroenk Seafood, Kuliner Berkuah Ala Tiongkok yang Enak Disantap Saat Udara Dingin

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Iklim anomali yang terjadi di Kota Kupang, terutama terkait suhunya yang sangat dingin di malam hari, tentu kurang baik bagi kesehatan apalagi terhadap mereka yang rentan cuaca “ekstrim” begitu.

Jika siang, kadang-kadang terik matahari demikian menyengat, tetapi malamnya angin superdingin berembus kencang seolah menusuk kulit dan tubuh warga di Kota Karang ini.

Jika kondisi tubuh kurang fit, persoalan cuaca ini tentu membuat tidak nyaman. Sebagian orang bahkan bisa langsung terkena flu. Agar tubuh kembali fit, selain beristirahat cukup, mengonsumsi makanan sehat dan tepat juga bisa membantu. Ketika cuaca dingin seperti yang terjadi saat ini, makanan berkuah rasanya pas untuk memberi kehangatan.

Dari berbagai referensi, jenis kuliner berkuah biasanya bagus untuk dikonsumsi bagi mereka yang tengah berjuang sembuh dari flu. Kuliner yang dimaksud adalah sup berkuah dari Tiongkok yang disebut Steamboat.

“Di Waroenk Seafood, kami menyajikan berbagai kuliner berkuah ala Tiongkok di antaranya Stemboat ini. Selain kuah khas, isian makanan ini juga recommend karena mengandung sayur-sayuran seperti sawi putih, sawi hijau, dan wortel,” terang Marketing Communication and Public Relation Waroenk Seafood, Rivaldy Najib saat ditemui di Waroenk Seafood and Oriental Cuisine, Jalan Veteran 18, Fatululi, Kupang, Sabtu (20/7/2019).

Adapun isian lainnya di antaranya jamur kuping, bawang bombai, fish ball and salmon ball (bakso ikan), crabstick (sosis kepitig), jamur enoki, dan lainnya.
Menurut Rivaldy, penyajian Steamboat tergolong unik. Pasalnya, suguhan menu itu khas dengan kompor kecil (portable) di atas meja untuk memanaskan sepanci kuah kaldu.

Baca Juga :  Dewan Kota Minta Tera Ulang Pompa SPBU

“Isinya seperti tadi, dicemplungkan dalam kuah yang tengah dipanaskan dari bara api kompor portable. Tetapi, beberapa jenis Steambot yang disediakan pengusaha kuliner bisa terdiri dari siomay, gurita, atau bakso daging,” paparnya.

Rivaldy menjelaskan, Steambot direkomendasikan pihaknya karena mengandung komposisi protein dan sayuran yang bergizi. Apalagi, penikmat kuliner dapat menambahkan ekstra telur ceplok yang dijual terpisah dari paket.

“Yang pasti, aroma kaldu ayam serta harum isian seafood yang direbus menjadi ciri khas sajian ini,” urainya.

Rivaldy menjabarkan, ada dua varian takaran Steamboat yang dijual Waroenk Seafood, yaitu “regular” yang bisa dinikmati satu-dua orang dengan banderol Rp 105 ribu, dan “large” Rp 210 ribu yang bisa disantap tiga-empat orang.

Sementara itu, juga terdapat dua varian kuah yang sudah masuk dalam paket Steamboat. “Kuahnya ada dua jenis dalam satu panci, yaitu Kaldu Ayam dan Tom Yum. Ini (kuah) sudah sepaket isian bila pelanggan memilih regular maupun large,” imbuhnya.

Rivaldy menambahkan, pelanggan juga dapat membeli kuah tambahan (extra charge kuah Kaldu Ayam dan Tom Yum) yang dibanderol Rp 12.500 untuk regular dan Rp 25 ribu untuk large. Adapun Telur Ceplok Rp 5 ribu.

Sekadar diketahui, Steamboat berasal dari Tiongkok kuno dan kerap juga disebut “Juan Lo” atau “Hot Pot”. Menu ini biasanya disajikan dalam acara santap malam bersama keluarga saat malam perayaan Imlek, yang sudah menjadi budaya kuliner warga Tionghoa.

Lazimnya, mereka berkumpul bersama mengelilingi sajian Steamboat di atas meja makan. Hal tersebut dipercaya memberi berkah dan rezeki, sekaligus dapat mengakrabkan tali persaudaraan antarkeluarga.

Baca Juga :  Aston Kupang Hotel Selenggarakan Festival Kopi

Di Tiongkok, Steamboat lebih banyak disajikan dengan isian bahan teripang, daging kepiting, serta udang. Dalam perkembangannya, menu ini populer dan diracik dalam versi masing-masing, terutama di negara-negara Asia Timur lainnya seperti Jepang dan Korea.

Di Jepang, Stemboat lebih dikenal sebagai masakan “Nabe” atau Naberyori yang secara harfian berarti “masakan panci”. Penyajiannya, panci diletakkan di atas kompor kecil atau pelat pemanas yang ada di atas meja.

Sambil dimasak menggunakan panci atau wadah dari keramik bernama donabe, makanan dihidangkan di atas meja makan langsung bersama pancinya.

Nabe dihidangkan untuk beberapa orang sekaligus, yang duduk mengelilingi panci berisi hidangan utama. Makanan diambil sendiri dari panci oleh orang yang ingin memakannya, selanjutnya dipindahkan ke mangkuk milik sendiri sebelum dimakan.

Selain disebut Naberyori, makanan jenis ini juga disebut Nabemono atau “lauk panci”. Sebagaimana di negara asalnya Tiongkok, makanan ini populer sebagai makanan musim dingin di Jepang.

Sebelum zaman Edo, orang Jepang memiliki budaya makan “satu orang satu nampan”. Pada saat itu, Nabe dihidangkan untuk satu atau dua orang. Pada zaman Meiji, Nabe semakin populer, terutama yang berbahan daging sapi atau “Gyunabe”.

Di beberapa negara Asia Tenggara, resep kuah Steamboat menggunakan kaldu dari rebusan ayam kampung betina. Tentunya, dengan tambahan rempah-rempah serta bumbu penghangat seperti jahe yang diyakini akan memberi manfaat baik bagi tubuh yang kurang fit. (*ira)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]