Home / Seputar NTT / Sidak ke RSUD Ruteng, Bupati Manggarai Minta Tingkat Kualitas Pelayanan

Sidak ke RSUD Ruteng, Bupati Manggarai Minta Tingkat Kualitas Pelayanan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ruteng, seputar-ntt.com – Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, S.H,  M.H memimpin Apel Mingguan di BLUD RSUD dr. Ben Mboi sekaligus memberikan arahan kepada seluruh staf dan berdialog dengan pihak manajemen rumah sakit pada senin, 1 juli 2019. Inspeksi mendadak dalam rangka memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Manggarai tersebut.

Di hadapan seluruh peserta apel, Bupati Deno Kamelus menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh staf dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kita harus bekerja sesuai aturan, mematuhi SOP (standard operating procedure) atau prosedur pelayanan yang sesuai standar, menjaga kode etik, menyadari posisi kita sebagai ASN yang digaji oleh negara, dan terutama menyadari bahwa yang kita layani adalah sesama manusia. Dengan demikian, seluruh pelayanan kita akan berkualitas dan memuaskan,” tuturnya.

Tenaga medis dan tim manajamen di BLUD RSUD dr. Ben Mboi juga diminta untuk tidak membeda-bedakan perlakuan pada pasien.
“Tidak boleh beda. Karena ini pasien BPJS dan Jamkesmas maka boleh ditunda sedangkan pasien umum diprioritaskan. Itu tidak boleh. Kekuasaan (kewenangan) yang kita miliki harus digunakan dengan baik dan tidak sewenang-wenang,” papar Bupati Deno.

Baca Juga :  Melolo dan Parang Sumba di Pinggang Viktor Laiskodat

Ditambahkannya, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kemampuan menjelaskan kepada pasien dan keluarga dalam bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak terjadi kekeliruan pengambilan keputusan yang berakibat merugikan semua pihak atau menyinggung orang lain.
Bupati Deno Kamelus menjelaskan tentang kekuasaan yang dimiliki oleh setiap pihak yang pontensial disalahgunakan.

“Kita semua punya kekuasaan. Mulai dari cleaning service sampai dokter spesialis. Tetapi bukan berarti bahwa kita boleh sewenang-wenang dan memperlakukan orang lain sesuka hati, misalnya membentak atau hal-hal negatif lainnya. Harus saling menghargai, komunikasikan setiap hal dengan baik dan tuntas,” kata Bupati Deno Kamelus.

Ia juga menambahkan, BLUD RSUD dr. Ben Mboi adalah salah satu wajah terdepan Pemerintah Kabupaten Manggarai, sama seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, karena secara langsung melayani masyarakat. Oleh karenanya, setiap orang diharapkan memperhatikan kode etik.

“Jangan karena kita punya kekuasaan kita boleh sesuka hati,” tegasnya kepada peserta Apel Mingguan tersebut sembari mengingatkan tentang Stanford Prison Experiment yang dilakukan oleh Dr. Philip Zimbardo dari Universitas Stanford beserta dua koleganya, Craig Hanney dan Curtis Banks, pada tahun 1971.

Baca Juga :  Wali Kota Ungkap Ada Lurah Tidak Serius Kerja

“Dalam eksperimen yang dilakukan Zimbardo, ketika mendapat kekuasaan sebagai sipir penjara, para mahasiswa yang menjadi subjek penelitian berlaku sewenang-wenang kepada subjek lain yang menjadi tahanan. Itu artinya, kekuasaan sangat potensial untuk disalahgunakan. Saya tidak mau, disini terjadi seperti itu. Setiap kekuasaan harus digunakan untuk melayani orang lain dengan baik,” paparnya.

Dalam pertemuan khusus dengan pihak manajemen, Bupati Deno Kamelus meminta agar setiap keluhan ditangani dengan baik sehingga kualitas pelayanan kesehatan di daerah ini menjadi semakin baik.

“Sebagai Rumah Sakit rujukan, kita harus terus berbenah. Lakukan pertemuan rutin agar setiap persoalan dapat dibicarakan dan diselesaikan dengan baik, mulai dari cleaning service sampai para dokter spesialis,” pinta Bupati Manggarai.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai juga berdialog dengan pasien dan keluarga pasien yang sedang dirawat serta memantau pekerjaan-pekerjaan pembangunan fisik di BLUD RSUD dr. Ben Mboi, Ruteng. (humas)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]