Home / Ekonomi Bisnis / Sahid T-More Kupang Juga Sediakan Menu Sahid Signature Dish

Sahid T-More Kupang Juga Sediakan Menu Sahid Signature Dish

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

 

Kupang, seputar-ntt.com — Sahid T-More Kupang yang merupakan jaringan Hotel Sahid, juga menyediakan menu Sahid Signature Dish, yang terdiri dari Nasi Goreng Sahid, Sahid Garang Asam dan Ayam Bakar Geprek SIHM&C.

Hal ini diungkapkan P & B Manager Sahid T-More Kupang, Edwin Yuswandi yang didampingi Sales Executive, Engky Bola dan Aulia Khalis Fashilat selaku Executive Chef.

“Semua yang masuk jaringan Hotel Sahid harus menyediakan menu ini. Kalau Sahid lain masing-masing harganya Rp 55.000 nett, tapi di Sahid T-More Kupang cukup dengan Rp 49.000 nett,” jelas Edwin Yuswandi.

Selain menu tersebut, kata Edwin Yuswandi, di bulan September 2019 ini juga disajikan berbagai spaghetti ala Nusantara yang seluruh bahannya lokal dari NTT.

Baca Juga :  Industri Kreatif NTT Belum Ditunjang Infrastruktur

“Ada empat spaghetti yang kami sajikan yakni Spaghetti Sei ala T-More, Spaghetti Ayam Sambal Rucay, Spaghetti Sosis Bale Tomat dan Spaghetti Sate Lilit Ikan Sambal Matah. Kita patok dengan harga Rp 36.000 net/porsi,” urai Edwin Yuswandi.

Sebagai pelengkap, lanjut Edwin Yuswandi, untuk melepas dahaga ada aneka menu Sirsak Mocktail, yamg merupakan minuman campuran dengan buah sirsak, dipasang dengan harga terjangkau Rp 18.000 net/gelas, sedangkan Es Kelapa Merah Putih seharga Rp 17.845 net/gelas.

“Menu di bulan September ini jika banyak peminatnya, tentu akan kami perpanjang hingga bulan Oktober, seperti Sirsak Mocktail dan Es Kelapa Merah Putih, yang merupakan promo bulan Agustus 2019 ternyata hingga kini masih banyak yang berminat, sehingga kami perpanjang hingga bulan September ini,” tandasnya.

Baca Juga :  Nikmati Loco Rice, Racikan Hawai di Waroenk Transmart Kupang

Hal senada juga diungkapkan Executive Chef, Aulia Khalis Fashilat bahwa Spaghetti yang ada ini memang topping nya disesuaikan dengan ciri khas yang ada di NTT.

“Kita gunakan daging Sei, dan orang disini suka pedas makanya kita buat agak pedas sesuai lidah orang di wilayah Timur ini,” ungkap Khalis Fashilat. (ira)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]