Home / Seputar NTT / RUPS Terima Laporan Pertanggungjawaban Tahunan Bank NTT

RUPS Terima Laporan Pertanggungjawaban Tahunan Bank NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Labuan Bajo, seputar-ntt.com – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan tahun buku 2016 PT. Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT) yang digelar bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Labuan Bajo, Sabtu (25/3/2017) berlangsung alot. Walupun demikian, RUPS akhirnya menerima laporan pertanggungjawaban tahunan dari para pengurus.

Rapat yang dihadiri para Pemegang Saham, antara lain Gubernur  NTT dan Bupati /Walikota  se-NTT terlibat dalam Rapat tertutup sehari suntuk untuk mendengarkan dan membahas laporan pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris Bank NTT Tahun Buku 2016 serta rencana kerja tahun 2017.

Hal ini disampaikan Plt. Direktur Utama Bank NTT, Eduardus Bria Seran, SE dalam jumpa pers usai RUPS di Jayakarta Hotel, Sabtu (25/3/2017).

Eduardus menjelaskan, aset Bank NTT di tahun buku 2016, sebagai mana dilaporkan kepada para Pemegang Saham, mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen dari tahun buku sebelumnya.

Baca Juga :  Diduga Arus Pendek, Ruko Linda di Kuanino Terbakar

“Aset Bank NTT tahun buku 2016 sebesar  9,6 Triliun  atau naik 0,49 persen”, jelasnya.

Dana pihak ke tiga yang berhasil dikumpulkan Bank NTT, terdiri dari Giro, Tabungan dan Deposito, selama tahun buku 2016, menurut pria yang akrab disapa Edy ini adalah 6,8 Triliun Rupiah, naik 11,65 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan nilai kredit yang berhasil disalurkan Bank NTT selama tahun 2016, kata Edy, naik sebesar 11,25 persen.

“Kredit yang berhasil disalurkan adalah 7,3 Triliun Rupiah atau naik 11,25 persen. Diantaranya adalah kredit yang disalurkan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar 1,5 Triliun Rupiah”, terang Edy.

Berdasarkan hasil audit, lanjut Edy, Bank NTT memperoleh laba sebesar Rp. 233.844.000.000 (233 Miliar 844 Juta Rupiah).

Baca Juga :  Gubernur NTT Lupa Berterimakasih Saat Menerima Penghargaan Toleransi

Terkait tingkat kesehatan bank, sebagaimana ditetapkan Otoritas Jasa keuangan (OJK), Bank NTT ada pada tingkat ke 3 dari 4 tingkat yang ada.

“Kita ada di tingkatkan ke tiga atau cukup sehat. Sedangkan penilaian BPK, Bank NTT diberi peringkat Wajar dalam semya hal material”, ungkap Edy.

Sementara, mengenai rencana kerja untuk tahun 2017, Edy menuturkan, pihaknya merencanakan penerbitan obligasi seri A sebesar 3 Triliun Rupiah dan obligasi seri B sebesar 1 Triliun Rupiah.

” Kita sudag ajukan rencana kerja tahun 2017 untuk menerbitkan obligasi senilai 3 Triliun untuk seri A dan 1 Triliun untuk seri B. Pada prinsipnya diterima oleh pemegang saham dan dikembalikan ke Direksi dan Komisaris untuk dikaji lebih mendalam”, pungkas Edy. (jrg)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]