Home / Seputar NTT / Reses ke Manggarai Timur, Julie Laiskodat Minta Petani Ubah Etos Kerja

Reses ke Manggarai Timur, Julie Laiskodat Minta Petani Ubah Etos Kerja

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Borong, Seputar-ntt.com – Anggota DPR RI komisi IV dari fraksi Nasdem Julie Sutrisno Laiskodat menjalani resesnya dengan menemui para kelompok tani, kepala BPP dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari sembilan Kecamatan tingkat Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Pertemuan anggota DPR RI dari fraksi Nasdem bersama para kelompok tani, kepala BPP, dan PPL ini berlangsung di ruang rapat lantai dua kantor Bupati Matim. Rabu, (21/7/2020).

Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutannya mengungkapkan, Manggarai Timur pakailah saya peraslah saya untuk berjuang banyak terhadap Kabupaten ini.

“Saya mau minta masukan dari penyuluh lapangan untuk terus membekali saya agar saya bisa memperjuangkan hal itu di pusat. Saya minta para petani untuk mengubah etos kerja agar penghasilannya semakin meningkat”, pintanya.

Demi mecapai keinginan petani, dirinya meminta kepada Pemda Matim melalui Dinas Pertanian agar terus memfasilitasi para petani dengan baik.

Lanjut dia, percuma ilmu yang sudah dipelajari kalau fasilitasnya tidak ada. Saya minta kepada seluruh petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk terus bekerja lebih keras, karena PPL yang lebih mengetahui permasalahan di lapangan.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas dalam kesempatan itu mengatakan, Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu Kabupaten yang 90% penduduknya petani. Unggulan kita di Kabupaten Manggarai Timur adalah pertanian.

Tahun ini, lanjutnya, dalam masa kepemimpinan kami kabupaten Manggarai Timur akan dijadikan kabupaten ternak. Karena bagi kami dengan pendekatan pembangunan berbasis budaya ada enam ternak yang sangat relevan dengan budaya Manggarai diantaranya; Kerbau, Sapi, Kuda, Kambing, Babi, Ayam. Dari keenam ternak ini mesti dimiliki oleh masyarakat Manggarai Timur.

“Kami mau mengangkat kembali nilai-nilai luhur budaya lewat konsep kabupaten ternak hal ini untuk menunjang pertanian organik. Saya berharap masa depan Manggarai Timur bisa memproduksi sendiri pukuk organik”, jelas Agas.

Hal-hal inilah yang kami mau bangun di bidang pertanian. Musim tanam tahun ini kami berencana untuk menggali lahan-lahan tidur untuk menanam hasil pertanian. Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan pusat. Sebab, kalau kami mengandalkan peralatan manual, petani kita tidak kuat karna masih lemah di tenaga.

Disela-sela kegiatan tersebut, kementerian pertanian dan direktorat jenderal perkebunan menyerahkan secara simbolis bantuan pemerintah kepada kelompok tani, diantaranya:

Pertama, alat pasca panen/ Power Trheser multi guna dari kementerian pertanian RI kepada kelompok tani Nengkal II Desa Gurung Turi, Kecamatan Poco Ranaka. Kedua, kelompok tani lestari Desa Rana kolong, Kecamatan Kota Komba.

Selain bantuan alat pasca panen kementerian pertanian melalui direktorat perkebunan memberikan bantuan benih jagung biji 228 yakni:

Pertama, diberikan kepada kelompok tani tunas baru desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese. Kedua, kelompok tani Matahari Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba. Ketiga, kelompok wanita sehati Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong.

Selain itu, ada pun jenis penyerahan yang bersumber dari dana APBD I. Jenis bantuan yang diberikan berupa 5000 anakan kopi. Bantuan ini diberikan kepada dua kelompok tani diantaranya;

Pertama, kelompok tani Wunis, desa Benteng Wunis, Kecamatan Poco Ranaka Timur. Kedua, kelompok tani Pel, Desa Poco RI’i, Kecamatan Borong.

Hadir dalam kegiatan ini yakni, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Sekda Matim Boni Hasudungan Siregar, Ketua TP-PKK Matim, perwakilan dari BPPSDMP kementerian pertanian Yulia Tri Sedyowati, perwakilan dari direktorat jendral perkebunan kementerian pertanian Dedi, Antares M. Prwawira, perwakilan dinas pertanian pemprov NTT Abraham Letik. (FS)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]