Home / Seputar NTT / Raskin Untuk Warga Pocoranaka Menyusut Dalam Angkutan

Raskin Untuk Warga Pocoranaka Menyusut Dalam Angkutan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Ruteng, seputar-ntt.com – Kepala Dolog Ruteng, Anus Moruk mengakui, bantuan beras miskin (Raskin) untuk warga Desa Compang Laho, Kecamatan Pocoranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur mengalami kekurangan 900 Kg.

“Saya dapat laporan dari staf saya bahwa beras raskin untuk masyarakat Desa Compang Laho terjadi penyusutan hingga mengalami kekuarangan 900kg. Kejadian ini terjadi saat saya sedang mengikuti rapat di Kupang,” kata Anus kepada seputar-ntt.com, (5/4/2016).

Anus menjelaskan, sesuai hasil timbangan oleh pihak Dolog, berat beras perkarung 50 kg sehingga dia mengaku kaget ketika dinformasikan bahwa terjadi kekurangan beras sejumlah 900kg.

“Mobil pengangkut berangkat dari gudang beras jam 09.00 wita namun tiba dilokasi jam 4 sore sementara lama perjalanan yang ditempuh ke desa Compang Laho hanya 2 jam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Tunggu Aturan Jelas Untuk Legalisasi Miras di NTT

Pihaknya sudah perintakan kepada pemilik angkutan untuk mengantikan seluruh beras yang kurang dari setiap karung hingga berjumlah 900 Kg. ”Semua beras yang kurang sudah diganti oleh pemilik angkutan” jelas Anus.

Dasar hukum pengantian beras oleh pemilik angkutan jelas Anus, mengacu pada Peraturan Direksi dimana tanggungjawab kontraktor pengangkut terhadap beras tersebut dimulai sejak keluar dari pintu gudang sampai lokasi tujuan.

Sementara Kepala Satker II wilayah Manggarai Timur, Joni Hendrik Lou menuturkan, saat kejadian dirinya berada di kupang untuk mengikuti paskah “Saya tidak tahu kejadianya tetapi saya sudah memberi teguran kepada kontraktor pengangkut supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi”tegasnya

Dari data yang dihimpun media ini, Sejumlah warga penerima bantuan beras miskin mengaku kesal terhadap kejadian ini dan berharap pihak Dolog bisa mengawal beras sampai di desa-desa supaya menghindari kejadian seperti ini. (kons hona)

Baca Juga :  Terkendala SDM, Penyaluran Dana Desa di Ende baru 88 Persen

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]