Home / News Flash / Pimpinan SKPD Diingatkan Tidak Permainkan Aturan

Pimpinan SKPD Diingatkan Tidak Permainkan Aturan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Oelamasi, seputar-ntt.com – Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kupang diingatkan untuk bekerjasama dengan bendahara dalam penyelesaian adminstrasi laporan keuangan. Pimpinan SKPD juga diminta tidak main-main dengan aturan yang ada karena dapat dipenjarakan.

“Hotel pardeo telah disiapkan bagi individu yang mau main-main dengan aturan, jadi lakukan apa yang baik agar anda tidak terjerat di hotel pardeo,” kata Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Marthen Bekuliu, SH Senin (18/11) saat memberikan arahan pada apel kekuatan lingkup Pemkab Kupang di Oelamasi.

Dikatakan, pimpinan SKPD harus segera menyelesaikan laporan pertanggungjawaban atas setiap pelaksanaan program kegiatan yang telah dijalankan instansi yang dipimpinnya. Sebab SPJ yang belum diselesaikan akan mempengaruhi LKPJ Bupati.

Lebih lanjut Bekuliu mengatakan, penyelesaian administrasi laporan keuangan perlu dilaporkan secara baik dan benar sehingga setiap pengeluaran keuangan dapat benar-benar bisa dipertanggung jawabkan dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan dikemudian hari. Untuk itu Bekuliu minta pimpinan SKPD tidak berlaku semena-mena memakai dan mengeluarkan uang tanpa laporan pertanggungjawaban yang jelas.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Bantu Air Bersih Bagi Warga Naimata

Bekuliu kemudian mencontohkan salah satu SKPD yang dalam laporan pertanggungjawaban kegiatannya sangat baik disertai dengan daftar nama peserta, tanda tangan, foto, serta laporan lainnya yang tertata rapi sehingga tidak menimbulkan polemik dikemudian hari.

Sebelumnya, Bupati Kupang, Drs. Ayub Titu Eki, MS, Ph.D mengatakan, untuk mewujudkan pembangunan yang berhasil tidak cukup dengan mengharapkan dana Pemerintah dan dukungan investor saja, namun perlu ditambahkan dengan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat yang perlu dimulai dari diri aparatur Pemerintah.

Namun bagaimana mau membangun kalau kualitas atau karakater pegawai tidak terpuji dan melakukan perbuatan yang tidak baik seperti mencuri waktu, mencuri uang dan bahkan ada yang mencuri cinta istri orang lain.

Baca Juga :  Wali Kota: Lurah Tanggungjawab Urus e-KTP Warga

“Sudah punya istri tapi masih selingkuh dengan istri orang lain. Itu namanya pencuri cinta. Ini merupakan sikap mental yang perlu didisiplinkan. Bagaimana kita sebagai aparat mau membangun pola pikir masyarakat, kalau kita sendiri belum berubah,” katanya

Dikatakan, sejak awal kepemimpinan dirinya sudah menekankan pentingnya para pejabat dan pegawai untuk dapat berkerja dengan baik dan penuh kedisiplinan. Namun dalam pelaksanaanya hingga saat ini, sikap disiplin pegawai mulai berkurang baik dalam melaksanakan tugasnya, maupun dalam mengikuti apel kesadaran. (sho)

Komentar Anda?

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]