Home / Sabu Raijua / Piet Djami Rebo : Tidak Perlu Jadi Bupati Untuk Bangun Sabu

Piet Djami Rebo : Tidak Perlu Jadi Bupati Untuk Bangun Sabu

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Piet Djami Rebo memastikan diri tidak ikut dalam hajatan Pemilihan Umum Kepala Dearah (Pilkada) Sabu Raijua pada Desember 2015. Kepastikan ini disampaikan Piet Djami Rebo, kepada Seputar NTT di Kupang, Rabu, (18/3/2015).

“Saya mau katakan bahwa untuk membangun Sabu Raijua, kita tidak harus menjadi seorang bupati. Banyak hal yang kita bisa lakukan untuk membangun Sabu Raijua sesuai dengan kompetensi yang kita miliki masing-masing. Untuk Pilkada Sabu Raijua saya nyatakan tidak akan bertarung,” ungkap Piet Djami Rebo.

Dia mengatakan, sebagi orang tua dan sesepuh orang Sabu maka harus mendorong kader-kader yang memilki Kompetensi dan kapabilitas yang telah teruji. Melihat kondisi Sabu Raijua saat ini yang telah mengalami berbagi perubahan, maka tidak ada alasan untuk turun gunung dalam hajatan Politik.

Baca Juga :  Jasa Raharja Dukung Kelabba Madja Jadi Ikon Pariwisata di Pulau Seribu Lontar

“Saya melihat bahwa pembangunan di Sabu Raijua yang berjalan selama ini cukup bagus. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan sekarang telah menjawab harapan masyarakat Sabu Raijua. Kita tidak boleh mengingkari kalau pemerintah di Sabu Raijua cukup sukses dalam membangun,” uajrnya.

Piet Djami Rebo mengatakan, bahwa jika ada program yang belum berjalan maksimal, itu sesuatu hal yang bisa dimaklumi. Tapi tidak boleh juga memungkiri bahwa geliat pembangunan di Sabu sedang bergerak.

“Kita tahu kondisi Sabu Raijua sehingga kalau ada program yang belum maksimal, bisa dimaklumi. Saya pikir pemerintah sekarang harus diberi kesempatan untuk melanjutkan program yang sedang mereka laksanakan sehingga benar-benar berjalan dengan baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Paket Mandiri dan Kibar Masuk Tahap Verifikasi

Piet Djami Rebo menegaskan, kader-kader Sabu Raijua sangat banyak dan memiliki kompetensi masing-masing. Hal itulah yang mendasari pemeikirannya untuk tidak lagi bertarung di Kabupaten Sabu Raijua pada Desember 2015 nanti.

“Kita tidak boleh mengerdilkan kader-kader Sabu Raijua yang cukup banyak. Biarkan saya menjadi orang tua yang bisa mintai nasehat dan saran. Dimanapun saya berada saya akan meberi kontribusi jika diminta untuk membangun Sabu, tidak harus degan menjadi Bupati,” tegasnya.

Dia berpesan kepada para kandidat yang akan maju untuk tetap menjadi persaudaran dan tidak boleh saling menciderai. “Jangan membuat polarisari ditengah masyarakat, jangan juga membuat kotak-kotak diantara masyarakat. Tujuan kita sama bagimana membangun Sabu Raijua,” ujarnya. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]