Home / Seputar NTT / Pidato Jokowi Diputar Saat Ibadah Tutup Tahun Jemaat Imanuel Batukadera

Pidato Jokowi Diputar Saat Ibadah Tutup Tahun Jemaat Imanuel Batukadera

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com – Ada yang menarik dalam kebakthian tutup tahun di Jemaat Imanuel Batukadera, Kota Kupang, pada Kamis, (31/12/2015). Pasalnya, ditengah Renungan Tutup Tahun tersebut, Pendeta Deazsy A Liu Tatengkeng yang memimpin kebakthian memutar Pidato Jokowi saat merayakan Natal Nasional di Alun-Alun Rumah Jabtan Gubernur NTT pada Senin, (28/12/15) lalu.

“Ini adalah sejarah, dimana perayaan Natal Nasional dilaukan di NTT dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi. Pidato pak Jokowi tentang kebhinekaan adalah harapan baru bagi pluralisme di Indoensia. Pak Jokowi secara tegas mengatakan bahwa Kita adalah Satu Bangsa, Satu Bahsa, Satu Tanah air dan bukan satu agama” kata Pendeta Deazsy.

Baca Juga :  Tinggi Minat Seni di Lembata, Sunyi Intervensi Pemerintah

Kedatangan Jokowi ke NTT kata Pendeta Deazsy, tidak sekedar merayakan Natal nasional, namun membawa berkat bagi NTT berupa pembangunan waduk besar, Kapal Listrik dan berbagai program lain yang intinya mensejahterakan Indonesia.

Pendeta Deazsy dalam khotbah yang diambil dari Kitab I Samuel 7:2-14 mengatakan saat perayaan pergantian tahun, orang merayakan dengan hura-hura lalu lupa bersyukur atas penyertaan Tuhan selama satu tahun berjalan. Untuk itu Akhir Tahun harus menjadi ajang refleksi untuk menuju masa depan yang gemilang.

“Bangsa Israel mengalami kekalahan terus menerus dari orang Fislistin karena mereka lupa kepada Tuhan. Ketika mereka sadar dan kembali kepada Tuhan mereka diberi kemenangan. Ditempat kemenangan tersebutlah mereka menamakan tempat itu Ebhenheiser yang berarti sampai disini Tuhan menolong Kita,” kata Pendeta Deazsy.

Baca Juga :  Jelang Penetapan, Lusia-Paul Mella Menguat Di Internal PDIP dan Golkar

Sebagai umat Tuhan kata Pendeta Deazsy, sudah seharusnya merayakan pergantian tahun dengan penuh hikmad dan ucapan syukur atas semua berkat yang diterima serta penyertaan Tuhan dalam kehidupan manusia.

“Jika Allah berkenan memberikan kesulitan pada tahun 2015, itu adalah isyarat supaya kita lebih dekat pada Nya. Selagi matahari terbit setiap hari, maka itu adalah kesempatan untuk kita menata kehidupan yang lebih baik. Ingatlah Kasih dan penyertaan Allah berlaku sepanjang waktu,” tutup pendeta Deazsy. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]