Home / Seputar NTT / Pengembangan Perpustakaan Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan Berbasis Program PerpuSeru di Provinsi NTT

Pengembangan Perpustakaan Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan Berbasis Program PerpuSeru di Provinsi NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Pendahuluan

Secara umum kondisi perpustakaan tingkat Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota se NTT, dukungan/kondisi sarana-prasarana bervariasi dan terbatas serta masih belum semua perpustakaan pelayanannya berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sedangkan Perpustakaan Desa/Kelurahan sebagaian besar belum berjalan.

Perkembangan kemajuan teknologi dan informasi saat ini memudahkan masyarakat untuk dapat mengakses informasi yang dibutuhkan. Hal ini kemudian dikembangkan bersama melalui kerjasama Perpustakaan Nasional dengan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI), untuk meningkatkan peran perpustakaan melalui program Perpustakaan Seru (PerpuSeru).

Program ini secara nasional telah berlangsung sejak Tahun 2011 dan sudah menjangkau 18 Provinsi, 104 perpustakaan Kabupaten, dan 586 Perpustakaan Desa/Kelurahan. Sedangkan di Provinsi NTT, program ini dimulai sejak 2016, meliputi 5 perpustakaan Kabupaten dan 10 perpustakaan Desa/Kelurahan dan akan berakhir pada pertengahan Tahun 2018.

Pada tingkat nasional telah ditetapkan kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial dengan prioritas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019 adalah penguatan literasi untuk kesejahteraan dan Perpustakaan Seru sebagai model transformasi pelayanan perpustakaan. Sejalan dengan kebijakan nasional, diharapkan pada kebijakan pemerintah Provinsi sampai dengan Desa/Kelurahan juga mendukung perpustakaan seru sebagai model transformasi pelayanan perpustakaan. Sebagai salah satu pelaksana model/percontohan program perpustakaan Seru, Provinsi NTT diharapkan dapat mengembangkan dan atau mereplikasi model tranformasi pelayanan perpustakaan berbasis TIK.

Untuk mendukung hal tersebut maka Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi NTT, melakukan kelitbangan pengkajian aktual, guna dapat memperoleh dan memberikan gambaran pelaksanaan program PerpuSeru di Provinsi NTT serta merumuskan hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh Perpustakaan Kabupaten/Kota dan perpustakaan Desa/kelurahan dalam melakukan pengembangan program perpustakaan seru.

Metodologi

Pengkajian aktual ini dilaksanakan pada 3 (tiga) Kabupaten pelaksana program PerpuSeru yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Sikka dan Kabupaten Alor, sedangkan sifat pengkajian ini adalah pengkajian deskriptif, dengan metode pengkajian ini adalah metode survey serta mengggunakan analisa data non statistik.

Hasil/Temuan

Program Perpustakaan Seru (PerpuSeru) dijelaskan merupakan Program untuk pengembangkan Perpustakaan Umum di Indonesia menjadi Pusat Belajar & Berkegiatan Masyarakat Berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi.

Baca Juga :  Membalikan Meriam yang Diarahkan Kepada Rakyat

Tujuan program PerpuSeru adalah untuk mengurangi kemiskinan informasi dan meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat di Indonesia dengan mentransformasi perpustakaan daerah dan desa/kelurahan menuju pusat informasi pembelajaran yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan layanan yang relevan. Dengan sasaran program PerpuSeru adalah pemuda, perempuan dan pengusaha mikro.

Strategi pengembangan program PerpuSeru adalah (1) peningkatan layanan komputer dan internet. (2) peningkatan kegiatan pelibatan masyarakat, dan (3) advokasi. Komponen program Perpustakaan Seru adalah :
1) Meningkatkan/ Menyediakan Perangkat Komputer & Internet.
2) Membangun Kemitraan untuk membangun ekosistem perpustakaan.
3) Capacity Building yang intensif meliputi training, mentoring, coaching).
4) Advokasi untuk mendukung keberlanjutan pengembangan perpustakaan.
5) Monitoring, Evaluasi dan Pembelajaran.

Dengan tahapan/alur program PerpuSeru adalah :
1) Sosialisasi Program.
2) Penyediaan Komputer dan Jaringan Internet.
3) Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan.
4) Pelatihan Komputer dan Internet Dasar.
5) Mentoring dan Monitoring.

Untuk mendukung pencapaian program PerpuSeru maka diperlukan adanya sinergitas Stakeholder terkait, melalui pembentukan Tim Sinergi Stakeholder terkait pada tingkat Provinsi. Tim Sinergi ini diharapkan dapat berperan dalam membangun ekosistem stakeholder terkait untuk mendukung program PerpuSeru melalui :
1) Tambahan perangkat komputer untuk Perpustakaan Desa.
2) Peningkatan Jaringan dan Kapasitas Internet.
3) Integrasi pelaksanaan program kegiatan pelibatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk pemberdayaan pemuda, perempuan dan pengusaha mikro di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.
4) Replikasi/pengembangan Perpustakaan Desa dan penambahan ke daerah lain.

Berdasarkan hasil pengkajian maka model Perpuseru mulai dari strategi, komponen dan tahapan/alur program yang dilaksanakan di provinsi NTT (Perpustakaan Kabupaten dan perpustakaan Desa/Kelurahan sampel), dapat direplikasi dan atau dilakukan pengembangan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah dan atau perpustakaannya, dengan tetap berpedoman pada strategi, komponen dan tahapan/alur program perpustakaan seru.

Rekomendasi

1. Program perpustakaan seru merupakan suatu langkah terobosan yang dilakukan untuk mendukung upaya percepatan transformasi pelayanan perpustakaan umum (di Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan) berbasis TIK, dapat dilaksanakan dengan tetap berpedoman pada :
1) Tiga strategi yaitu (1) strategi peningkatan layanan TIK, (2) strategi pelibatan masyarakat dan (3) strategi advokasi.

Baca Juga :  Bupati Sikka Serahkan Empat Ribu Bibit Ikan Kerapu Bagi Kelompok Nelayan

2) Lima komponen program yaitu (1) meningkatkan/menyediakan perangkat computer dan internet, (2) membangun kemitraan untuk membangun ekosistem perpustakaan, (3) capacity building yang intensif (training, mentoring, coaching), (4) advokasi untuk mendukung keberlanjutan program serta (5) monitoring, evaluasi dan pembelajaran.

3) Lima tahapan/alur program yaitu (1) sosialisasi program, (2) penyediaan komputer dan jaringan internet, (3) pelatihan strategi pengembangan perpustakaan, (4) pelatihan komputer dan internet dasar serta (5) mentoring dan monitoring.

4. Pengembangan perpustakaan Kabupaten/Kota dan perpustakaan Desa/Kelurahan perlu dilakukan dengan berbasis pada program perpustakaan seru, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Strategi, komponen program dan alur/tahapan program perpustakaan seru menjadi basis bagi perpustakaan Kabupaten/Kota dan perpustakaan Desa/Kelurahan dalam transformasi peningkatan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
2) Komponen program yang perlu dipertimbangkan untuk mendukung komponen program perpustakaan seru antara lain (1) Pembentukan Tim Sinergi Stakeholder terkait tingkat Kabupaten/Kota dan Tingkat Desa/Kelurahan, (2) dukungan penganggaran melalui APBD Kabupaten/Kota dan Dana Desa, (3) sasaran program (pemuda, perempuan, pengusaha mikro) dan fokus program (bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi) perlu diperluas dengan prioritas disesuaikan dengan potensi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat/pemustaka masing-masing daerah/perpustakaan.
3) Pengembangan perpustakaan Kabupaten/Kota dan perpustakaan Desa/Kelurahan berbasis program perpustakaan seru perlu dilakukan mulai dari alur/tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, yang disesuaikan dengan kondisi pada masing-masing aras/tingkatan.
4. Pengembangan perpustakaan berbasis program perpustakaan seru, dapat juga diadopsi oleh perpustakaan umum lainnya, perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan Kecamatan.

Tim Peneliti : Marince Tunardjo, Nixon Balukh dan Mariano Nugraha
Bidang : Ekonomi dan Pembangunan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT

(Advetorial Kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTT dengan seputar ntt)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]