Home / News Flash / Pemkot Minta Pemadaman Listrik Tidak Lebih dari Dua Jam

Pemkot Minta Pemadaman Listrik Tidak Lebih dari Dua Jam

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com – Menanggapi pengeluhan warga Kota kupang, soal pemadaman listrik dengan durasi waktu 6 sampai 8 jam, maka Pemerintah Kota Kupang, Kamis (19/11/2015) siang memanggil manager Perusahan Listrik Negara (PLN) cabang Kupang.

Pemanggilan menager PLN cabang Kupang oleh Pemerintah Kota Kupang dilakukan oleh Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man secara langsung diruang kerjanya. Dalam kesempatan itu Hermanus Man perintahkan agar PLN dapat memangkas duarasi pemadaman listrik jangan melebihi dari dua jam.

Hermanus mengatakan,  sesuai penjelasan manager areal Kupang, Maria Goreti kepada dirinya, pemadaman yang sering terjadi karena kerusakan pada Travo milik PLN di Kelurahan Maulafa dan masalah temperatur ekstrem yang melanda Kota Kupang dalam bulan terakhir. Dari masalah kerusakan travo dan temperatur meningkat pada mesin produksi, PLN kehilangan daya sebesar 23 Mega Watt, padahal saat ini daya yang tersedia dari hasil produksi tenaga pembangkit  cuma 58  mega watt, sehingga daya tersisa cuma 35 mega watt dan tidak mencukupi kebutuhan pelanggan di Kota Kupang.

Baca Juga :  Wali Kota Siapkan Rumah Murah Bagi Guru di Kota Kupang

“Akibat dari minus daya tersebut, pihak PLN harus melakukan pemadaman bergiliran minimal 8 jam sehari karena minus listrik sebanyak 30 persen lebih. Beruntung kehadiran MA PLN Maria Goreti diruangan saya hari ini menjelaskan bahwa pihak PLN telah memperbaiki salah satu mesin yang rusak, dan saat ini mesin itu sudah kembali beroperasi dan bisa memproduksi tambahan daya listrik sebesar 14 mega watt dan minus listrik di Kota Kupang hanya tersisa 10 persen,” Kata Man.

Dengan tambahan daya sebesar 14 megawatt, Kata Man pemerintah Kota Kupang telah meminta kepada pihak PLN agar jam pemadaman yang biasanya selama 8 jam harus dikurangi menjadi tiga jam saja, agar tidak membuat warga Kota semakin resah. Menurutnya, hampir setiap hari warga datang mengadi ke pemerintah soal pemadaman listrik dan kepada pihak PLN dirinya meminta agar pemadaman hanya dibatasi tiga jam saja.

Baca Juga :  Pensiun Dini, Jonas Salean Siap Pimpin Golkar Kota

Menanggapi keinginan dari Wakil walikota Kupang, Hermanus Man, Manajer Areal PLN Cabang Kupang Maria Goreti mengaku. Dengan penambahan 14 megawatt pasca diperbaikinya salah satu mesin produksi, dirinya yakin bahwa jam pemadaman bisa dikurangi sesuai permintaan wakil Walikota.

Maria Juga mengaku bahwa krisis listrik di Kota Kupang akan segera berakhir mengingat sebentar malam( Kamis malam ini) pihak PLN telah mendatangkan salah satu mesin pembangkit dari Bangka Belitung. Mesin itu akan segera dioperasikan dalam waktu empat hari mendatang kalau tidak ada halangan, dengan beroperasinya mesin tersebut, maka total ketersediaan daya di Kota Kupang akan menjadi 85 megawatt sehingga pemadaman bergiliran tidak akan terjadi lagi karena Kota Kupang akan mengalami surplus listrik.

“Mudah-mudahan tidak akan ada halangan sehingga mesin itu bisa beroperasi empat hari mendatang dan pemadaman bergiliran segera berakhir,” katanya.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]