Home / News Flash / Pemkot Kupang Sudah Bisa lakukan Tera Ulang

Pemkot Kupang Sudah Bisa lakukan Tera Ulang

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Kupang, seputar-ntt.com – Kepala Disnas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kupang, Yerry Padji Kana mengakui pelaksanaan tera ulang peralatan timbangan sudah bisa dilakukan Pemerintah Kota Kupang. Pasalnya, pelaksanaan tera ulang yang dilakukan selama ini adaalah kewenangan dari pusat sesuai aturan.

“Penyerahan ini sudah dilakukan baik personil maupun peralatan walaupun belum semua, tetapi pelaksanaan tugas tera ulang sudah terhitung 1 Januari 2017. Tera ulang ini sebagai upaya untuk menertibkan semua alat ukur yang ada di pasar sesuai dengan Perda. Perda tersebut telah dilakukan pembahasan dengan Baleg, sehingga diharapkan tahun ini Perda tera ulang sudah harus ada,” kata Yerry Padji Kana, di kantornya, Jumat (10/2/2017).

Menurutnya, pentingnya dilakukan tera ulang karena dikuatirkan banyak pengusaha yang bisa melakukan pengukuran yang tidak sesuai dengan aturan. Beberapa komponen yang akan ditera ulang yakni pompa bensin, tera ulang timbangan daging, timbangan gula. Hal ini jika tidak dilakukan dapat merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Musim Tanam, Warga Amarasi Dilarang Nikah

“Kita menghindari terjadinya kerugian kepada konsumen masyarakat jika membeli satu kilogram, hanya mendapat 900 gram, sehingga dengan selisih satu kilo itu sangat merugikan. Untuk melalui tera ulang sebagai suatu langka dari pemerintah untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen masyarakat dengan apa yang dibeli seperti stu kilom hasilnya juga satu kilo,” kata Padji Kana.

Padji Kana menjelaskan, tera ulang yang dilakukan pertama peralatan akan ditempat dipasar dan juga alat yang dibawa. Pelaksanaan terah ulang diupayakan paling tidak satu bulan dua kali atau disesuaikan dengan dana yang dialokasi untuk  biaya operasional.

“Dalam pelaksanaan terah ulang, sangsinya yakni jika kedapatan maka alat timbanganya diambil dan kita memberikan timbangan yang ukuran baru, sedangkan alat timbangan yang diambil tersebut akan diterah ulang baru dikembalikan. Memang hal ini sangat membutuhkan biaya yang besar untuk pengadaan peralatan yang bagus. Cara ini sebagai suatu efek jera kepada para pedagang,” jelas Padji Kana.

Baca Juga :  Cegah Kejahatan Siswa, Guru di Kota Kupang Ikut Bimtek

Padji Kana mengaku, pelaksanaan tera ulang saat masih melakukan kerjasama dengan badan standarnisasi metrologi legal (BSML) yang berada di Jogja dan Bandung, karena mereka yang punyak hak sertifikasinya,sehingga masih menunggu.

“Dalam tera ulang alat timbangan yang berat seperti tempat penampungan bensin tidak dapat dilakukan jika tidak ada legalitas dari badan metrologi standarnisasi legal. Sedangkan untuk sumber dayanya yakni dari provinsi diserhakan ke kota ada sekitar 20 orang tenag tera, sehinga kami tinggal lakukan Perdanya saja,” kata Padji Kana.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe mengatakan, pelaksanaan tera ulang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan bisa terjadinya penyusutan sehingga timbangan perlu dilakuakn tera ulang secara berkala.

“Kalau kita beli beras satu kilo bisa saja hasilnya jadi delapan ons, bagiamana kalau kita beli 100 kilo susutnya berapa banyak, sehingga dengan sudah diserahkan ke kota  perlu dilakukan tera ulang,” kata Loudoe.(riflan hayon)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]