Home / Ekonomi Bisnis / Peluang Usaha BPR di NTT Cukup Besar

Peluang Usaha BPR di NTT Cukup Besar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Waitabula, seputar-ntt.com – Peluang menjalankan usaha bisnis Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi NTT masih cukup besar, dibandingkan daerah lainnya di Indonesia yang sudah tidak memberikan kesempatan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, I Wayan Sadnyana saat menyampaikan materinya pada Media Gathering di Waitabula, Sumba Barat Daya, Kamis (1/11/2018).

“Kalau ada rekan-rekan yang ingin membuka usaha BPR silahkan saja, kesempatan masih sangat besar,” ujar Wayan.

Dikatakan Wayan, untuk Kantor Pusat BPR di NTT saat ini berjumlah 12 jaringan, kantor cabang empat jaringan kantor dan kantor lainnya ada tiga jaringan kantor.

Sedangkan untuk Bank Umum, tambah Wayan, untuk kantor pusat ada satu jaringan kantor, kantor cabang berjumlah 58 jaringan kantor dan kantor lainnya mencapai 428 jaringan kantor.

Baca Juga :  Ini Kiat SBM Untuk Target Penjualan Mobil Suzuki di NTT

Pada kesempatan yang sama, Wayan mengungkapkan, bahwa perkembangan perbankan di Provinsi NTT mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana untuk asset meningkat 6,64 Persen dari Rp 33.836 Milyar pada Agustus 2017 menjadi Rp 36.084 Milyar pada Agustus 2018.

Untuk Dana Pihak Ketiga, lanjut Wayan, dari Rp 24.946 Milyar menjadi Rp 27.012 Milyar atau naik 8,28 Persen. Begitu juga dengan Kredit, tambah Wayan, posisi Agustus 2017 sebesar Rp 24.469 Milyar, naik 15,06 Persen atau Rp 28.143 Milyar pada bulan Agustus 2018.

“Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK)  seperti tabungan, deposito dan giro juga mengalami peningkatan,” tandasnya.

Sebaran terbesar penyumbang DPK di Provinsi NTT aku Wayan, adalah Kota Kupang  sebesar 40,57 Persen, disusul Kabupaten Ende mencapai 7,10 Persen dan Kabupaten Manggarai 6,23 Persen.

Baca Juga :  Mitan Langka di Sikka, TPDI Minta Polisi Jangan Main Kucing Kaleng

Untuk diketahui, media gathering yang digelar OJK NTT ini juga menghadirkan Hari Gamawan, Kepala Bagian pengawasn Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 1A, Jonathan Sutan Dalu Batubara, Kabag pada Departemen INKB dan Alvian Leonardo Ezra Taulu, Kasubag pada Departemen pengawasan INKB 2A. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]