Home / Seputar NTT / Panggung Kampanye Victory-Joss  di Kampung Pasunga

Panggung Kampanye Victory-Joss  di Kampung Pasunga

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]

Anakalang, seputar-ntt.com – Ada yang menarik dalam kampanye Calon Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kabupaten Sumba Tengah. Pasalnya  kampanye dilakukan tepat dalam kampung Pasunga di Desa Anakalang, Kecamatan Katikutana, Sumba Tengah, Pada Jumat, (9/3/2018)

Kampanye ini terlihat unik sebab tidak ada tenda yang terlihat, hanya panggung untuk Orasi yang berdiri kokoh di bagian pintu masuk kampung. Semua masyarakat memanfaatkan rumah yang berbaris disisi kiri dan kanan kampung untuk duduk mendengar orasi poilitik. Sebagian masyarakat duduk dan berdiri diatas kuburan batu yang berjejer rapi ditengah kampung.

Selain panggung  yang berdiri dalam kampung Pasunga, kampanye tersebut juga diawali oleh ibadah yang dipimpin oleh pendeta. Dalam renungannya, pendeta mengungkapkan seorang pemimpin tidak saja di pilih rakyat tapi juga harus dikehendaki oleh Tuhan. Pemimpin katanya adalah perwakilan Tuhan di muka bumi yang memiliki tugas untuk membuat damai dan sejahtera lewat pelayanan dan kuasa yang diberikan oleh rakyat.

Baca Juga :  Polres Ende Gelar Pelatihan Pra Operasi Mantap Praja Kelimutu

Sementara Viktor dalam orasi politiknya mengungkapkan tentang kriteria seorang pemimpin. Kriteria pertama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah memiliki kekuatan spiritual. “Pemimpin harus kuat terhadap berbagai godaan dan dia harus membentengi diri dengan kekuatan spriritual yang tinggi. Tanpa itu, pemimpin akan mudah tergoda dan jatuh dalam berbagai cobaan,” kata Viktor.

Kriteria kedua bagi seorang pemimpin ungkap Viktor Laiskodat adalah harus cerdas. Tanpa kecerdasan yang cukup maka mustahil seorang pemimpin mampu membawa sebuah perubahan. ” Pemimpin itu adalah tempat berkeluh kesah jutaan rakyat dengan berbagai persoalannya. Jika pemimpin tidak cerdas maka mimpi masyarakat untuk sebuah perubahan hanyalah mimpi belaka,” ujar Viktor.

Viktor Laiskodat melanjutkan, kriteria ketiga bagi seorang pemimpin harus sehat secara rohani dan jasmani. Dengan kondisi wilayah NTT yang luas dan terdiri dari kepulauan, membutuhkan seorang pemimpin yang kuat secara jasmani. “Kalau pemimpinnya tidak sehat bagaimana dia bisa masuk keluar desa untuk melihat kondisi masyarakat,” tambah Viktor.

Baca Juga :  Pimpin Jasa Raharja NTT, Prastio Surahmanto Bilang Seperti Pulang Kampung

Kriteria yang keempat jelas Viktor adalah seorang pemimpin harus bisa dipercaya dan memiliki koneksi yang luas. Seorang pemimpin harus dipercaya tidak saja oleh rakyat yang memberi legitimasi saat Pilgub tapi juga kepercayaan dari Pemerintah pusat maupun para investor. Pemimpin juga harus memiliki koneksi yang kuat secara nasional maupun internasional sehingga mampu mendatangkan unvestor dalam membangun NTT.

“Jika seorang pemimpin tidak dipercaya maka bagimana dia bisa mendatangkan anggaran bagi daerah yang sudah sulit ini. Dan kalau pemimpin tidak punya koneksi maka jangan berharap mampu melakukan percepatan pembangunan. Untuk itu, saya menunggu bapak ibu di Belu apakah memberi kepercayaan pada saya dan pak Josef pada tanggal 27 Juni nanti untuk memimpun daerah ini,” tutup Viktor. (joey rihi ga)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]