Home / Ekonomi Bisnis / OJK NTT Dukung Tabungan Pensiun Bagi Pekerja Tambak di Sabu Raijua

OJK NTT Dukung Tabungan Pensiun Bagi Pekerja Tambak di Sabu Raijua

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Rote, seputar-ntt.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Winter Marbun, mengatakan, pihaknya sangat mendukung program tabungan pensiun bagi pekerja tambak garam yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua. Pasalnya, dengan dana pensiun tersebut ada jaminan masa depan bagi para pekerja ketika berhenti kerja.

Hal ini disampaikan Winter Marbun saat membawa materi pada kegiatan Media Gathering di Anugrah Resort, Nembrala, Kabupaten Rote Ndao, Kamis, (15/10/2015).

“Jadi saat ini yang bisa menikmati dana pensiun, tidak hanya PNS saja tapi juga para pekerja. Apa yang dilakukan di Sabu Raijua sangat bagus dan kami mendukung sekali,” katanya.

Dia menjelaskandana pensiun yang dilakukan di Sabu Raijua dilakukan oleh lembaga dana pensiun untuk karyawan dan pekerja mandiri. Untuk Kabupaten Sabu Raijua lanjut Winter, dana pensiun ini bekerjasama dengan BRI Cabang Kupang sehingga aman dan diawasi oleh OJK.

“Jadi kita harapkan lewat dana pensiun untuk masyarakat umum ini, semua bisa ikut bergabung karena sangat bagus untuk masa tua. Petani, nelayan maupun buruh, bisa ikut dalam program ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome menyerahkan Tabungan Pensiun bagi 164 pekerja tambak garam diwilayah tersebut. Tabungan pensiun ini kerjasama Pemkab Sabu Raijua dan Bank BRI. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Devisi Investasi BRI Pusat , Ana Maria dan Pimpinan Cabang BRI Kupang dan beberapa anggora DPRD Sabu Raijua.

Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada pihak BRI yang telah memberi respon yang cepat terhadap niat Pemkab Sabu Raijua dalam memberi tabungan pensiun bagi para pekerja tambak garam.

Baca Juga :  Iuran Kebersihan Pasar Dinilai Bebani Pedagang Kecil

“Hari ini baru 164 orang yang terima tabungan pensiun. Jika 121 hektar tambak garam selesai dibangun maka ada 1.210 tenaga kerja yang terserap. Tidak hanya Pekerja di tambak tapi juga  semua tenaga kerja pada pabrik rumput laut , pabrik air minum dalam kemasan dan pabril pengolahan garam juga akan disertakan dalam program ini. Dengan demikian total tenaga kerja yang akan mengikuti program tabungan pensiun tahun 2015 kurang lebih 2000 orang,” kata Dira Tome.

Dira Tome juga menambahkan, tidak tertutup kemungkinan bagi para petani, nelayan, padagang maupun para kepala desa untuk mengikuti program tabungan pensiun ini. “Pemerintah tidak cukup dengan hanya menyiapkan lapangan kerja saja, tapi juga dituntut untuk berpikir tentang masa depan pekerja. Bagimana ketika mereka sudah tidak bekerja lagi dan jawabannya adalah dengan tabungan pensiun ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dira Tome meminta kepada semua kepala desa agar memberikan perhatian penuh pada pekerjaan tambak garam yang sampai saat ini belum selesai. Masyarakat juga diminta untuk tidak terpovoksi dengan berbagai isu yang sengaja dihembuskan pada hajatan pilkada tahun ini.

“Ajak masyarakat agar tidak terpengaruh dgn situasi politik yang saat ini sementara mengalir, saya dengar ada calon yang sangat rajin memutar video penolakan pembangunan lahan garam di wuihebo oleh masyarakat pada setiap pertemuan yang dilakukan. Mereka pikir masyarakat tidak suka dengan program ini mereka tidak tahu kalau saat ini masyarakat lagi butuh agar anak mereka bisa diakomodir menjadi tenaga kerja pada tambak. Mereka juga tidk mengerti kalau garam merupakan salah satu sumber penghasilan daerah. Orang- orang yang demikian sedang dilanda kegelapan jiwa,” kata Dira Tome.

Baca Juga :  Dira Tome : Mendamaikan Budaya dan Pendidikan Lewat Lontar Hybrida

Marthen Dira Tome juga meminta kepada pihak BRI untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua. “Jangan hanya menunggu di kantor tapi langsung turun ke lapangan. Saya minta kepada Ibu Ana sebagai Kepala Devisi untuk meningkatkan BRI Unit Seba menjadi BRI Cabang. Dengan demikian ada para pengusaha di Sabu Raijua tidak meminjam lagi di Bank lain karena akan melumpuhkan perekonomian di Sabu Raijua,” tutupnya.

Kepala Devisi Investasi BRI Pusat , Ana Maria pada kesempatan tersebut mengatakan apa yang dilakukan oleh Pemkab Sabu Raijua merupakan sebuah inovasi yang tidak dilakukan daerah lain di Indonesia.  Dana pensiun bagi pekerja kata Ana Maria, memberi kepastian dan jaminan bagi tenaga kerja sehingga mereka memiliki motivasi dan etos kerja yang tinggi.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Sabu Raijua yang telah mempercayakan BRI untuk menyimpan dana pensiun para pekerja tambak garam. Ini meruapakan motivasi yang luar biasa bagi pekerja untuk memacu diri. Kami merasa senang karena BRI telah mendapatkan kepercayaan ini,” katanya.

Dia juga berjanji akan menyampaikan harapan masyarakat Sabu Raijua agar BRI Unit Seba bisa menjadi BRI Cabang Sabu Raijua. “Terimakasih untuk semua masukan dan akan saya sampaikan kepada pimpinan untuk dipertimbangkan. Kita berdoa, supaya pelayanan BRI di Sabu akan semakin baik dan statusnya bisa cepat berubah menjadi BRI cabang,” pungkasnya. (joe)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]