Home / Ekonomi Bisnis / NTP Meningkat, Petani Tetap Belum Mampu Penuhi Kebutuhan

NTP Meningkat, Petani Tetap Belum Mampu Penuhi Kebutuhan

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com — Walaupun Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTT pada bulan April 2020 alami peningkatan yakni sebesar 0.09 Persen, namun petani di pedesaan masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan kebutuhan barang modal/produksi.

Hal ini disebabkan ungkapkan Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus saat live streaming berkaitan dengan jumpa pers, Senin (4/5/2020).

“Memang alami peningkatan sedikit NTP NTT dibandingkan bulan Maret 2020, tapi tetap petani di pedesaan masih sulit penuhi kebutuhannya,” ujar Darwis.

Menurut Darwis, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani, terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

“NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, perkembangan NTP Provinsi NTT hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 271 kecamatan di NTT pada April meningkat, tapi tidak menyebabkan perubahan pada daya beli petani, karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dari indeks bayar.

“Indeks harga yang diterima petani dari ke lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada April, indeks harga yang diterima petani menurun 0,50 persen dibandingkan Maret yaitu dari 101,19 menjadi 101,70. Peningkatan pendapatan petani (lt) pada April disebabkan oleh meningkatnya indeks pada subsector tanaman pangan,” tandasnya

Dikatakan Darwis, melalui indeks harga yang dibayar petani (lb) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar di pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

“Pada April indeks harga yang dibayar petani dilaporkan mengalami peningkatan dibanding dengan bulan Maret yaitu dari 105,95 menjadi 106,38 atau naik 0,41 persen. Peningkatan ini terjadi pada seluruh subsektor,” aku Darwis. (joey)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]