Home / Editorial / Novanto Dan Rekonsiliasi Golkar

Novanto Dan Rekonsiliasi Golkar

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Cacatan pasca Munaslub Partai Golkar

Muhamad Ikbal, Makassar 17 mei 2016

Partai golkar  merupakan salah satu partai terbesar dan tertua di indonesia,berangkat dari sejarah perjalannya paratai ini telah menembus usia yang tidak mudah lagi setelah tahun kemarin merayakannya. Suka,duka partai berlambang pohon beringin ini perlahan terus berbenah untuk menjadi partai yang terbuka, modern dan demokratis. Dinamika di tubuh gorkar cukup kompleks hal ini jelas terlihat saat momentun pemilihan presiden di tahun 2014,Golkarpun mengambil posisi untuk bertarung di pilpres waktu itu,hal ini jelas terlihat Ketua umum golkar Abu rizal Bakri gencar bersosialisai untuk maju mencalonkan diri sebagai presiden 2014. Namun nyatanya Ketua umum golkar ARB gagal menjadi calon presiden 2014,banyak kalangan menanggapai serius dengan kondisi ini,mulai dari kader partai,pengamat politik juga masyarakat tentunya,bahwa golkar adalah partai pemenang terbesar kedua gagal mengambil peran dalam mengusung kadernya sebagai calon presiden,untuk tidak kaku dengan dinamika politik yang terjadi menjelang pilpres,golkar dengan langkah politiknya menentukan pilihan untuk mendukung Prabowo Subianto debagai calon prsiden dan Hatta Rajasa sebagai Calon Wakil presiden,Dalam perjalanannya calon usungan golkar yang tergabung dalam koalisi merah putih pun gagal meraih kemenangan,kalah dari lawan politik ususngan paratai PDIP yaitu Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla.

Sikap politik golkarpun tetap bertahan bersama KMP untuk memosisikan diri sebagai kelompok oposisi dalam parlemen yang sampainya terbentuk namanya SEKBER KMP partai golkarpun mengambil peran dengan mengutus sekretaris jendral ituk terlibat lansung dalam SEKBER KMP namun lagi-lagi dalam perjalan satu-persatu anggota KMP mengambil sikap politiknya setelah ditubuh paratai mereke terjadi pergantian kepengurusan,sebut saja Partai Amanat Nasional, setelah pergantian kepemimpinan hasil munas Bali Zulkifli Hasan yang saat itu sebagai ketua MPR RI Tepilih sebagai ketua umum Partai amat nasional, PAN pun bersikap untuk menentukan masa depan politiknya dengan memilih bergabung dengan pemerintah jokowi-jk,tak hanya PAN situasi ini juga terjadi pada Partai PKS,setelah pergantian kepemimpian  dari Anis mata ke Sohibul Iman,PKS pun mengambil posisi politiknya untuk bergabung dengan pemerintah Jokowi-Jk,ini jelas terlihat bahwa politik selalu saja identik dengan kepentingan entah kepentingan perorangan ataupun kepentingan universal.

Untuk partai golkar,setelah melalui beberapa dinamika politik yang terjadi mulai dari Pilpres,Konflik Kepemimpinan di DPR sampai pada dualisme kepemimpinan di tubuh kepengurusan golkar antara ARB dan Agung Laksosno tentu menguras tenaga baik moril maupun materil dalam menyelsaikan konflik,kini saatnya dualisme itu berakhir dengan diadakannya MUNASLUB partai golkar di bali yang lansung di buka oleh Presiden Jokowi.

Kini MUNASLUB telah usai diselenggarakan dan dengan terpilihnya SETIA NOVANTO sebagai Ketua Umum definitif bertanda bahwa konflik di tubuh partai beringin telah usai,Ade komarudin yang juga ketua DPR RI menjadi saingan terberat Setia Novanto mengambil sikap untuk mengundurkan diri sebagai calon ketua umum setelah proses perhitungan pertama selesai padahal kondisi ini bisa saja menguntungkan AKOM jika tidak memilih mundur,tapi itulah politik AKOM berbesar hati untuk mendukung NOVANTO semua itu demi kesolidan dan masa depan partai golkar.dengan bangga AKOM dan Calon lainnya memberikan ucapan selamat kepada Novanto.

Kini jalan baru kiprah politik golkar sedang dirancang,agenda mendesak sedang dipersiapkan,novanto yang juga ketua terpilih berjanji dalam 100 hari kepemimpinannya akan membenahi serius kaitan dengan program-program jangka pendek Partai.salah satunya adalah Safari politik Partai Golkar menjelang bulan Ramadhan,semoga itu bisa berjalan dengan baik.

Perubahan sikap partai untuk memndukung pemerintah jelas sudah terlihat sebelum Munaslub,mulai dari manuver istana antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menkopolhukan Luhut Binsar Panjaitan yang terang-terangan mendukung jagoannya,JK-AKOM dan LUHUT-NOVANTO.untuk Istana jelas posisinya saat Presiden memberikan sambutan saat pembukaan munaslub,isi dari sambutan beliau jelas bahwa golkar tak harus menjadi oposisi tetapi wajib mengambil peran bersama pemerintah dalm pembangunan indonesia.saat ini  pertarungan besar  itu telah usai setelah terpilihnya Novanto. semoga terpilihnya ketua umum Partai Golkar yang baru ini menjadi harapan rekonsiliasi yang utuh,damai secara permanen jauh dari semua konflik yang nantinya memecah belah partai, harapan yang lainnya juga semoga Partai Golkar dapat memberikan warna dalam pembangunan indonesia yang lebih luas,terlebih kepada daerah – daerah yang masi jauh dari akses pembanguan,misalnya Papua,Maluku,Juga Nusa Tenggra,Fokus memberantas kemiskinan,kesehatn,lapangan kerja,dan issu tujuan stategis lainnya.Salah satu Propinsi yang masi jauh tertinggal adalah Propinsi Nusa tenggara Timur yang adalah Dapilnya Ketua Umum Partai Golkar Saudara SETIA NOVANTO. Daerah ini  masih jauh dari sentuhan pembangunan,olehnya itu NOVANTO menjadi harapan bahwa kedepan bukan hanya golkarnya yang diurus tapi semua masyarakat golkar harus menjadi media untuk memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Lebih dari itu sosok Novanto  sebagi tokoh NTT di tingkat nasional,semoga hadirnya beliau sebagai tokoh politik di negeri ini dapat memberi perubahan terhadap kemajuan dan kesejahtraan rakyat di indonesia terkhusus dapilnya  Nusa Tenggara Timur.

Muhamad Ikbal

Penulis adalah penggiat pada Lembaga Pelatihan,Pengabdian dan Pemberdayaan masyarakat Indonesia(LP3EI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]