Home / Ekonomi Bisnis / Minim Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Sebabkan NTT Masuk Kategori Miskin

Minim Pemenuhan Kebutuhan Perumahan Sebabkan NTT Masuk Kategori Miskin

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]
Share Button

Kupang, seputar-ntt.com — Minimnya pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat, salah satu penyebab Provinsi NTT masuk dalam kategori daerah termiskin ketiga di Indonesia.

Untuk itu REI akan berusaha menghilangkan image tersebut, dengan membangun perumahan yang memadai

Demikian diungkapkan Ketua DPD REI NTT, Bobby Tinung Pitoby pada kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Provinsi NTT, di Aston Hotel Kupang, Kamis (7/11/2019).

“Ini dibuktikan dengan rumah tidak layak huni yang ada mencapai 340 ribu rumah, tertinggi ke dua di Indonesia setelah, Papua,” kata Bobby Pitoby.

Menurut Bobby Pitoby, tentunya pembangunan perumahan ini juga didukung pemerintah, dalam program-program yang pro masyarakat.
Diakuinya, visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) sejalan dengan program REI, yakni memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pemenuhan akan perumahan

Menurut Bobby Pitoby, dalam waktu tiga tahun belakangan ini. DPD REI NTT berhasil membangun sebanyak 10.000 rumah, tapi itu juga masih jauh dari kebutuhan akan rumah masyarakat.
Wakil Ketua Umum DPP REI, Djoko Slamet Utomo dalam sambutannya mengatakan, selain berharap kepada pemerintah, secara internal REI harus membenahi diri, dengan terus mencoba menjadi pengembang yang mampu dan punya kompeten.

Baca Juga :  Telkomsel Serahkan Donasi CSR di Dusun Tude Alor

“Kalau bicara kompeten, berarti kita kembali menghasilkan dengan ketrampilan yang baik dan sikap kerja yang memadai. Sehingga harapan masyarakat dapat terpenuhi” ujar Djoko Slamet.

Diakui Djoko Slamet, masih banyak tantangan yang dihadapi REI dalam pemenuhan kebutuhan rumah masyarakat, tetapi harus aecara terua menerus tantangan ini harus dikawal bersama, dan regulasinya juga dilihat apakah sesuai debfan yang diharapkan bersama.

“Rumah layak huni sesuatu yang mutlak dimiliki setiap orang, dan sektor properti ini memiliki keterkaitan yang sangat erat, dan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat melalui program pemerintah,” tandas Djoko Slamet.

Pihaknya berharap Pemprov NTT bisa merespon dengan baik, karena apapun hasilnya untuk masyarakat juga.
“Pemerintah punya tugas dan kewajiban menyediakan rumah untuk masyarakat, kami mengemban tugas yang sama dengan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memiliki rumah,” ujar Djoko Slamet.

Baca Juga :  Pindah Tugas, Kepala BI Perwakilan Gelar Perpisahan Dengan Awak Media

Sedangkan Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Jelamu mewakili Gubernur NTT mengatakan, Pemprov NTT dan REI berjuang bersama-sama untuk mensejahterakan masyarakat melalui penyediaan rumah, dan itu juga komitmen dari Presiden RI, Jokowi.

“Memang salah satu indikator kemiskinan adalah minimnya penyediaan perumahan, untuk itu Pemprov NTT senantiasa menggagas program. Dan kegiatan yang tentunya dalam upaya mensejahterakan masyarakat,” ujar Marius Jelamu.

Kembali Marius Jelamu menegaskan, bukan hanya tugas pemerintah dalam penyediaan perumahan, tetapi tugas bersama termasuk REI, bukan hanya DPD REI NTT tapi juga DPP REI di pusat. (ira)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button
[simple-social-share]